Poker Indonesia Terpercaya Agen Judi Poker Online Indonesia Poker Online Terpercaya Poker Online Indonesia Terpercaya

Pages

POKER INDONESIA TERPECAYA

SOBATPOKER Hadir dengan Hadiah JACKPOT TERBESAR dan PERTAMA di INDONESIA. Dipercaya Ribuan Pemain aktif Indonesia

IdrBola agen judi taruhan bola online terbesar terpecaya

IdrBola merupakan situs agen judi taruhan betting bola online terbesar dan terpercaya dengan sistem keamanan canggih dan kecepatan situs yang baik

Agen Judi Poker Online Indonesia

Hoyapoker merupakan agen judi poker online terbaik dan terpercaya di Indonesia dengan puluh ribuan member aktif setiap harinya

POKER ONLINE INDONESIA TERPECAYA

HoyaJackpot.com Hadir dengan Hadiah JACKPOT TERBESAR dan PERTAMA di INDONESIA. Dipercaya Ribuan Pemain aktif Indonesia

POKER ONLINE TERPECAYA|POKER ONLINE INDONESIA

Hadir untuk anda semua pecinta permainan kartu poker online yang khususnya berada di INDONESIA

Tuesday, May 30, 2017

Cerita Dewasa - Wanita Simpanan Suka Sex

Wanita Simpanan Suka Sex

Cerita Dewasa - Aku sudah berkeluarga, tapi aku punya WIL yang juga sangat kucintai. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. Karena itu aku akan memanggilnya dalam cerita ini sebagai istriku. Dari obrolan selama ini ia mengatakan bahwa ia ingin melihatku ‘bercinta’ dengan wanita lain.

Cerita Seks Terbaru

Akhirnya tibalah pengalaman kami ini. Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Seperti telah direncanakan, kubelokkan mobil ke arah pom bensin di Sentul.

Cerita Dewasa - Setelah tadi tak sempat aku mengisinya. Dalam setiap antrian mobil yang cukup panjang terlihat ada gadis-gadis penjaja minuman berenergi. Sekilas cukup mencolok karena seragamnya yang cukup kontras dengan warna sekelilingnya.

Dari sederetan gadis-gadis itu tampak ada seorang yang paling cantik, putih, cukup serasi dengan warna-warni seragamnya. Ia terlalu manis untuk bekerja diterik matahari seperti ini walaupun menggunakan topi. Tatkala tersenyum, senyumnya lebih mengukuhkan lagi kalau di sini bukanlah tempat yang pantas baginya untuk bekerja.

 Aku sempat khawatir kalau ia tidak berada di deretanku dan aku masih hanyut dalam berbagai terkaan tentangnya, aku tidak sempat bereaksi ketika ia mengangguk, tersenyum dan menawarkan produknya.

 Cerita Dewasa - Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar. Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Suaranya enak didengar, tapi aku tak menyimaknya. Aku malah balik bertanya,

“Kamu ngapain kerja di sini?” “Mam, kita kan masih perlu sekretaris, kenapa tidak dia aja kita coba.”

“Ya, boleh aja”, jawab istriku. “Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu. “Mau.. mau Mas”, katanya. Setelah kenalan sebentar dan saling tukar nomor telepon, kulanjutkan perjalananku setelah mengisi bensin sampai penuh.

Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. Ia sangat setuju dan antusias. Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami.

Setelah diberi tahu alamat hotel kami, beberapa saat kemudian ia muncul dengan penampilan yang cukup rapi. Ia cepat sekali akrab dengan istriku karena ternyata berasal dari daerah yang sama yaitu **** (edited), Jawa Barat. Tidak sampai setengah jam kami sudah merasa betul-betul sebagai suatu keluarga yang akrab. Ia sudah berani menerima tawaran kami untuk ikut menginap bersama.

Cerita Dewasa - Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang. Setelah cerita kesana-kemari akhirnya obrolan kami menjurus ke masalah seks. Setelah agak kaku sebentar kemudian suasana mencair kembali. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu.

Cerita Seks Terbaru

Singkat cerita dia masih perawan, sudah dijodohkan oleh keluarganya yang ia belum begitu puas. Keingintahuannya terhadap masalah seks termasuk agak tinggi, tapi pacarnya itu sangat pemalu, termasuk agak dingin dan agak kampungan walau berpendidikan cukup. Kami ceritakan bahwa dalam masalah seks kami selalu terbuka, punya banyak koleksi photo pribadi, bahkan kali ini kami ingin membuat photo ketika ‘bercinta’.

“Udah ah, kita sambil tiduran aja yuk ngobrolnya”, ajak istriku. “Nih kamu pakai kimono satunya”, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. Ia dan istriku sudah merebahkan badannya di tempat tidur, kemudian aku menghampiri istriku langsung memeluknya dari atas. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Istriku mengerang menikmatinya.

Cerita Dewasa - Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Tampak ia agak kikuk, kurang menguasai keadaan ketika aku menolehnya.

Setelah aku mengajarinya bagaimana menggunakan kamera yang kuberikan itu, kemudian kuteruskan mencumbu istriku. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut.

Akhirnya istriku mencapai klimaksnya setelah liang senggamanya kumainkan dengan lidah, dengan jari, dan terakhir dengan batang istimewaku. Sedangkan aku belum apa-apa. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku. “Ah Mbak ini ada-ada aja”, kata Rini malu-malu. Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Dalam keadaan telanjang bulat aku berdiri dan langsung memeluk Rini yang sedang memegang kamera.

Cerita Dewasa - Tangan kirinya ditekuk seperti akan memegang pinggangku, tapi telapaknya hanya dikepal seolah ragu atau malu. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku. Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Pundaknya beberapakali bergerak merinding kegelian. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur.

Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang. Tidak terlalu susah aku membuka kimononya, sejenak kemudian tampak pemandangan yang cukup mempesona.

Dua bukit yang cukup segar terbungkus rapi dalam BH yang pas dengan ukurannya. Kulitnya putih, bersih dengan postur badan yang cukup indah. Sejenak aku menoleh ke bawah, tampak pahanya cukup menawan. Sementara itu onggokan kecil di selangkangan pahanya yang terbungkus CD menambah panorama keindahan.

Cerita Dewasa - Ia tidak menolak ketika aku membuka BH-nya, demikian juga ketika aku melepaskan kimononya melewati kedua tangannya. Kuteruskan permainanku dengan mengitari sekitar bukit-bukit segar itu. Seluruh titik di bagian atasnya telah kutelusuri tidak ada yang terlewatkan, kini kedua bukti itu kuremas perlahan. Ia mendesah,

“Eeehhh..” Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin jelas terdengar. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Gelinjangnya semakin terasa bergerak mengiringi desahannya yang terasa merdu sekali.

Cerita Seks Terbaru

Petualanganku kuteruskan ke bagian bawahnya. Ia mencegah ketika aku akan membuka CD-nya yang merupakan pakaian satu-satunya yang tersisa. “Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku”, bujukku. Ia tidak bereaksi, tapi aku langsung saja menyingsingkan CD-nya ke bawah. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis.

Kupegang burungku sambil duduk mengangkang di atas kedua pahanya, kemudian kuelus-eluskan burung itu ke ujung lembah yang sebagian masih tertutup CD. Agak lama dengan permainan itu, akhirnya mungkin karena ia juga penasaran, maka ia tidak menolak ketika kulepaskan CD-nya.

Kini kami sama-sama telanjang, tak satu helai benang pun yang tersisa. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Tak lama kemudian cairan kenikmatannya pun sudah meleleh menyatakan kehadirannya.

Cerita Dewasa - Burungku pun lebih lancar menjelajah. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya. Ketika kucoba untuk memasukkan burungku ke dalam lembah sorganya, tampak bibir-bibir kenikmatannya ikut terdorong bersama kepala burungku.

Menyadari alam yang dilaluinya belum pernah dijamah, aku cukup sabar untuk melakukan permainan sampai lembah kenikmatannya betul-betul menerimanya secara alami. Gelinjang, desahan, dan ekspresi wajahnya yang sedang menahan kenikmatan membuatku semakin bersemangat dan lebih percaya diri untuk tidak segera ejakulasi. Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi.

Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu. Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Ia merintih kenikmatan,

Ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Selanjutnya kulihat burung yang beruntung itu lebih mendesak ke dalam. Aku sudah tidak tahan untuk memasukkan seluruh burungku ke tempatnya yang terindah.

Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Sementara burungku lebih jauh menjangkau ke dalam lembah nikmatnya. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu.

Dan.., “Blesss….” seluruh burungku masuk ke dalam surga dunia yang indah. Ia mengerang, gerakan burungku pun segera kuhentikan sampai liang kewanitaannya menyesuaikan dengan situasi yang baru. Setelah agak lama aku pun mulai lagi memainkan gerakan-gerakanku dengan gentle. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya.

Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Kemudian muncul erangan panjang diikuti denyut-denyut dari lembah sorganya.

“Eeehhh…” desahnya. Aku pun sudah tidak tahan lagi untuk menumpahkan seluruh kenikmatan, segera kucabut burungku kemudian kumuntahkan di luar dengan menekan ke selangkangannya. “Eeehhh…” erangku juga. Kami berdua menarik nafas panjang. Setelah agak lama kemudian aku duduk, kuraih kaos dalamku kemudian aku mengelap selangkangnya yang penuh dengan air kenikmatanku.

Cerita Dewasa - Tampak tempat tidurnya basah oleh cairan-cairan bercampur bercak-bercak merah. Ia pun segera duduk, sejenak dari raut wajahnya tampak keraguan terhadap situasi yang telah dialaminya. Aku dan istriku memberi keyakinan untuk tidak menyesali apa yang pernah terjadi. Besok paginya aku sempat bermain lagi dengannya sebelum check out.

Betul-betul suatu akhir pekan yang susah dilupakan. Akhirnya ia kutitipkan bekerja di perusahaan temanku.

Monday, May 29, 2017

Cerita Dewasa - Sensasi Mesum Penjual Kaset

Sensasi Mesum Penjual Kaset

Cerita Dewasa - Ketika Ardhi berniat membeli Film baru kepada Mba” riska penjual kaset DVD langgananya, Mbak Riska malah menawarkan Kaset DVD Porno kepada Ardhi. Dari hal itu Ardhi dan Mbak Riska-pun mengakhiri obrolanya menjadi hubungan sex yang luar biasa Hotnya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Namaku Ardhi, malam itu aku berada dikost sendiri, pda ahri itu aku merasa sangat bosan sekali. Mungkin hal kebosananku itu akibat dari setelah beberapa bulan aku mengerjakan beberapa project dari para klienku. Ketika itu aku mencoba menelfon Lita ( pacarku) untuk aku nonton film di bioskop, namun saat itu Lita menolak ajakanku, karena dia harus mengerjakan tugas kuliahnya yang harus segera diselesaikan.

Cerita Seks Terbaru

Pada malam itu pada akhirnya, aku-pun memutuskan untuk membeli kaset DVD pada langgananku, dan membeli cemilan untuk malam nanti. Memang aku sering sekali membeli DVD bajakan di tempat itu, bahkan aku kenal cukup dekat dengan penjualnya. Nama penjual kaset bajakan itu Riska. Sedikit gambaran dari seorang Riska, sebagai berikut, dia berbody sexy, tinggi 162 cm, berat badan 57 kg dan berusia sekitar 27 tahunan.

Selain itu Riska juga mempunyai payudara yang montok dan pantat yang cukup bohay. Sebenarnya ketika aku melihat dia aku lumayan nafsu, hhe… Karana Memang Riska ini selalu memakai pakaian yang serba ketat dan minim. Lanjut ke ceritanya,

“Malem Ris, ngomong-ngomong ada video baru nggak nih ?, ” tanyaku sesampainya di temapt Riska.

“Banyak Dhi, yang sebelah sini ya Dhi, ” ucapnya sembari menunjukan deretan kaset DVD terbaru.

Saat itu aku melihat kaset itu satu persatu, sampai pada akhirnya aku menemukan beberapa film action yang menarik, kemudian,

“Ris coba yang ini, bolekan dicoba dulu, ” kataku sambil menyerahkan kedua kaset itu padanya.

Cerita Dewasa - Setelah itu Riska mulai mencoba kaset yang aku berikan pada DVD playernya. Sembari menuggu dia menyalakan kaset, aku memperhatikan keindahan tubuh Riska pada malam itu. Seperti biasa Riska malam itu nampak seksi sekali. Dengan pakaian minim favoritnya, saat itu buah dada beserta lekuk tubuh-nya terlihat sangat menggoda sekali. Nampak sintal, kencal tubuhnya malam itu. Ditambah lagi malam itu dia memakai rok mini.

Singakat cerita kaset-pun selesai dicoba,

“Oke deh yang ini aku ambil Ris, ” ucapku.

“Ok Dhi, omong-omong kamu sendirian aja nih Dhi, tumben kamu nggak keluar sama pacar kamu ?, ” tanyanya.

“Iya nih Ris, makanya aky beli DVD buwat ngilangin rasa boringku, ” jawabku.

“Oh iya Dhi, kamu mau beli yang lebih seru nggak nih Dhi ?, ” ucapnya sembari tersenyum genit.

“Apa tuh, ” jawabku.

Saat itu Riska-pun mengambil sebuah bungkusan plastik hitam dari balik lacinya, kemudian dia menyerahkannya padaku yang ternyata isinya kaset Porno,

“Wow, ini seru banget Ris, hha… tapi kalau beli yang ini nonton-nya harus berdua nih,hhe… ” ucapku memancing Riska.

Saat itu aku berharap Riska paham dengan maksudku,

“Hemmm… bilang aja kamu minta ditemenin sama aku, ” ucap-nya menggodaku.

“Kamu tahu aja deh Ris, hhe… ?, ” tanyaku.

Mendengar ucapan-nya aku senang sekali, dan seketika itu kontolku mulai ereksi karena membayangkan bisa berduaan sama Riska ketika nonton kaset Porno itu. Lalu,

“ Tapi jangan sekarang ya Dhi, nanti 1 jam lagi aku jemput aja aku yah, ” ucapnya.

“ Siap cantik, ” ucapku girang.

Cerita Dewasa - Kemudian setelah kami bersepakat, aku-pun membayar kaset yang kubeli tadi. Jadi kaset DVD yang aku beli 1 film actoon dan satunya film porno. Setelah itu aku-pun beranjak pergi untuk dahulu untuk makan malam saembari menunggu Riska menutup toko kasetnya. Singkat cerita 1 jam-pun telah berlalu, kini Riska-pun telah berada dalam mobilku. Karena sudah tidak sabar akupun memacu mobilku dengan kencangnya,

“kog kok ngebut sih Dhi nyetir mobilnya ? kamu udah nggak tahan ya ?, ” ucapnya mengodaku.

“Hehe, Iya nih Ris, aku udah pengen banget, ” ucapku.

“Ngomong-ngomong kamu kalau ML kuat berapa lama Dhi ? jangan-jangan ntar kamu Pelcrot lagi (nempel ngecrot) ?,

”ucapnya menggodaku.

“Enak aja, Lihat aja ntar, aku bakalan buat kamu puas deh…, ” ucapku.

“Kirain kamu kayak cowok aku, cowok aku tuh kalau ML keluarnya cepet banget soalnya Dhi, ” ucapnya sedikit curhat.

Cerita Seks Terbaru

Cerita Dewasa - Kini kami-pun telah sampai di Kostku, kemudian kami-pun langsung masuk ke kamar. Oh iya para pembaca, Kostku ini terbilang sangat bebas, setiap anak kos bebas membawa dan menginapkan siapapun pada Kost ini. Bebas tapi sopan maksudnya, ngertikan ??, hhe. Mulailah aku menyalakan AC dan Televisi-ku, kemudian aku segera memilih DVD porno dan mulai kuputar DVD playerku.

Setelah itu akupun menuju menuju ranjangku dimana saat itu Riska telah duduk di ranjangku. Adegan-demi adekan sex-pun mulai diputar, saat itu kami menikmati sekali Film sex itu. Ditengah diputarnya Film sexs itu, nampak sekali nafas Riska mulai tidak beraturan di sebelahku. Entah sengaja atau tidak saat itu Riska mulai mulai meremasi tanganku. Melihat hal itu aku-pun mulai memalingkan wajahku kearahnya.

Tidak kusangka saat itu Riska sdengan agresifnya langsung melumat bibirku dengan penuh gairah. Penuh dengan Nafsu, lidah Riska-pun mulai menerobos masuk ke mulutku. Saat itu tidak tinggal diam begitu saja, aku membalas ciuman Riska dengan penuh nafsu juga. Mulailah tanganku meremas buah dada Riska yang kenyal dan montok dari balik Baju ketat yang ketat itu,

“Berhenti dulu ya Dhi, aku buka baju aku dulu yah, ” ucapnya sambil melepaskan Baju yang dipakainya.

Tampaklah sudah Buah dada-nya yang besar dibungkus Bra berwarna krem. Puting Buah dada-nya tampak menonjol di balik kain BRA nya itu,

“Ayo kamu yang buka Bra-nya Dhi, ” ujarnya menggoda.

Tanganku langsung membuka kaitan Bra di punggungnya. Lalu kuturunkan tali penyangga dari pundaknya, dan terpampanglah payudara Riska di depanku. Payudara yang ranum dan besar, dengan putingnya yang menonjol menantang. Kuusap-usap dan kupilin perlahan puting payudara Riska yang manis ini, sambil kemudian kuciumi lagi bibirnya,

“Ayo Dhi, tunggu apa lagi. Isap susu aku dong, ” pintanya.

Sambil berkata demikian, tangan Riska agak menekan kepalaku ke bawah menuju dadanya. Tanpa menunda waktu lagi kujilati seluruh permukaan Buah dada-nya,

“Sssss… Ahhhh… Ouhhhh… “ desah Riska ketika lidahku mengenai putingnya yang telah menonjol keras.

Cerita Dewasa - Erangannya semakin menjadi ketika kuhisap putingnya sambil sesekali kugigit perlahan. Sementara aku menghisapi Buah dada-nya yang sebelah kiri, tanganku mempermainkan payudara yang sebelahnya. Tangan Riska mengusap-usap rambutku sambil terus mengerang nikmat,

“Iya Dhi… bener gitu… aduh… enak…oh…, ” erang Riska sambil meliuk-liukan badannya.

Akupun semakin bernafsu menghisapi dan menjilati Buah dada-nya yang kenyal itu. Kulirik layar televisi, dan di layar terpampang adegan dimana seorang cewek bule berambut pirang sedang dijilati vaginanya di atas sebuah meja billiard. Erangan cewek tersebut dari suara televisi bercampur dengan suara desahan Riska yang sedang kulahap Buah dada-nya,

“Ayo Dhi… Aku ajari seperti itu, ” ujarnya sambil menarik rambutku dan menunjuk ke layar televisi.

Kemudian didorongnya pundakku menuju ke arah bawah,

“Cepet buka celana aku, ” ucapnya lagi.

Akupun kemudian mengangkat rok jeans mininya dan tampaklah celana dalam warna krem berenda yang dipakainya.

Kubuka celana dalam itu, dan tampaklah liang senggama dengan rambut yang tercukur rapi. Tangan Riska mengelus-elus kemaluannya sendiri, sambil matanya menatapku genit,

“Ayo Dhi, aku pengen ngerasain jilatanmu disini, ” ucapnya lagi sambil tangannya masih sibuk mengusap-usap vaginanya.

Kudekatkan kepalaku ke liang senggama, dan kujulurkan lidahku. Perlahan kujilati vaginanya. Tubuh Riska menggelinjang hebat kala itu, sambil mulutnya mengerang dan meracau nikmat,

“Ouhhhh… Dhi… ya… jilati terus Dhi… enak…Ouhhhh… “ ucapnya.

Sambil medesah, tangannya menekan kepalaku ke selangkangannya, dan akupun dengan penuh gairah menikmati liang vagina Ris cantik ini.Erangannya semakin keras dan tubuhnya meliuk-liuk liar ketika aku menghisapi klitorisnya,

“Terus Dhi… oh…oh…., ” sambil mengerang Riska meremas-remasi Buah dada-nya sendiri.

Cerita Seks Terbaru

“Ayo Dhi, kamu tidur di sini, ” ucapnya sambil bangkit dari ranjang.

“Aku ajari posisi yang lebih enak, ” Akupun patuh dan tidur terlentang di ranjang. Sementara kulihat sekilas di televisi, cewek bule cantik sedang disetubuhi secara doggy style di atas meja billiard. Erangan suara dari televisi menambah erotis suasana di dalam kamarku. Riska kemudian naik ke atas wajahku. Diturunkannya tubuhnya, sehingga liang senggama tepat berada di atas mulutku.

Kujulurkan lidah, dan Riska kemudian menggoyang-goyangkan bokongnya di atas wajahku. Erangan Riska kembali bersaing dengan erangan dari DVD porno di televisi,

“Ouhhh… Ahhhh… Ssssshhh…., ” desah Riska sambil bokongnya terus bergoyang-goyang mencari kepuasan.

Kujilat dan kuciumi dengan penuh gairah vagina Ris manis ini. Tangan Riska memegang pinggiran ranjang di atas kepalaku, sementara tubuhnya terus bergoyang mencari kepuasan birahi. Beberapa lama kemudian, goyangan bokong Riska semakin menjadi,

“Oh… Dhi… aku hampir sampai…Ouhhhhhhhh… “ desahnya panjang.

Tubuhnya menegang, dan saat itu banyak cairan nikmat keluar dari vaginanya. Kuhisap habis lendir kawin itu, dan tak lama Riskapun menjatuhkan tubuhnya di sebelahku,

“Kamu hebat Dhi… dengan mas Joko belum pernah aku orgasme seperti tadi, ” ucapnya sambil tangannya mengusap-usap dadaku.

“Aku istirahat sebentar ya, ” ucapnya lagi.

Cerita Dewasa - Sebenarnya nafsuku sudah memuncak, tetapi aku tak mau memaksa Riska yang seksi ini untuk melayaniku saat itu juga. Kamipun lalu kembali menonton DVD porno yang masih terpampang di layar televisi. Di layar t

seorang cewek bule berambut pirang sedang bermain tenis dengan seorang pria.

Setelah bermain, mereka beristirahat dan mulai bercumbu. Cewek bule tersebut lalu membuka celana si pria dan tampak terkejut melihat ukuran kontolnya yang besar,

“Oouhhh… Yeahhh… I love it… Ahhhh… “ desah cewek sebelum memasukkan kontol itu ke dalam mulutnya.

Tampak gairah Riska kembali bangkit melihat adegan itu,

“Punyamu besar begitu nggak Dhi?, ” tanyanya sambil tangannya mulai merabai kejanatananku.

“Lumayan deh Ris, Memang kamu suka yang besar ya ?, ”

“Iya. Semakin besar aku semakin suka, ” ucapnya nakal.

“Ya udah aku lihat aja sendiri, ” kataku.

Riska tersenyum dan mulai membuka celana panjangku,

“Wow, besar juga punyamu Dhi. Sampai celananya nggak cukup tuh, ”

Saat itu memang karena nafsuku sudah memuncak, kepala kontolku tampak mencuat keluar tak tertampung celana dalamku. Riska tak sabar membuka celana dalamku. Tangannya kemudian mengocok perlahan kejantananku itu,

“Keras banget… aku suka kontol yang kayak gini. Besar dan keras. Pasti cewek kamu puas ya ., ” ucapnya lirih.

Wajah Riska kemudian mendekati selangkanganku. Hembusan nafasnya terasa hangat di kulit kemaluanku ketika dia mengamati kontolku dengan pandangan gemas. Rasa nikmat yang luar biasa menjalar tubuhku ketika lidah Riska yang cantik ini mulai menari di kepala kontolku. Dijilatinya kepala kontolku berikut batangnya. Setelah itu dengan rakus dikulumnya batang kemaluanku.

“Sruppp… srusup…, ” suara itu yang terdengar ketika Riska memaju-mundurkan kepalanya menghisapi kontolku

“Ahhh… kontolmu enak Dhi… aku suka…hmmmmmmmmm, ” racau Riska ketika dia menghentikan kulumannya untuk menjilati batang kemaluanku.

Sesaat kemudian, kontolku kembali menyesaki mulutnya yang haus kejantanan lelaki itu. Sementara mulutnya menikmati kejantananku, tangan Riska mengelus-elus buah zakarku. Aku tak kuasa lagi untuk menahan erangan nikmatku. Tangankupun meremas-remas rambut Riska gemas. Riska semakin cepat menghisapi kontolku.

Kadang mulutnya dimiringkan, sehingga kontolku membuat pipinya tampak menggelembung. Tangannyapun semakin cepat mengocok batang kemaluanku. Kemudian dikeluarkannya kontolku dari mulutnya, dan kembali dijilatinya seluruh permukaan kontolku sambil tangannya mengurut-urut buah zakarku,

“Keluarin dimulut Ris Dhi… Ris pengen minum pejuhmu… “ ucapnya dengan nada memerintah.

Cerita Dewasa - Aku tentu tak menolak perintahnya. Memang aku sudah tidak tahan lagi. Sambil mengerang nikmat, akupun mengalami ejakulasi. Saat itu, Riska malah kembali mengulumi kemaluanku, sehingga pejuhkupun masuk ke dalam mulutnya. Riska kemudian menjilati kemaluanku sampai bersih,

“Enak Dhi… “ tanyanya sambil menjilati pejuhku di sudut bibirnya.

“Enak Ris… “ jawabku lemas.

Kamipun lalu kembali beristirahat sambil menonton tayangan DVD. Kali ini dilayar tampak seorang cewek ABG bule berambut coklat sedang belajar memancing. Tak lama cewek itu sudah bercumbu dengan pelatihnya. Cewek ABG menaiki tubuh lelaki itu, dan mulai memompa tubuhnya naik turun. Sementara si aktor, seorang lelaki setengah baya, meremasi payudara cewek tersebut yang bergelantungan indah.

Adegan persetubuhan lalu dilanjutkan dengan gaya doggy style. Tak lama kamipun kembali terangsang,

“Dhi… aku pengen seperti itu. Ris pengen ngerasain ngentotin kontolmu. Pasti lebih enak daripada punyanya mas Joko, ” ucapnya sambil merabai kemaluanku dan mulai menciumi bibirku.

Riska melepaskan rok mininya yang masih tersisa, lalu menaiki tubuhku dan mengarahkan kemaluanku pada liang senggama-nya,

“Ouhhhhh…., ” desahnya saat kontolku mulai menerobos liang vaginanya.

Diapun mulai memompa kemaluanku naik turun. Terkadang diapun mengoyang-goyangkan bokongnya ke kiri dan ke kanan. Suara deritan ranjang, erangan Riska, serta erangan suara dari DVD memenuhi kamar Kostku. Walaupun AC kamar telah dinyalakan, tetap saja tubuh kamipun berkeringat. Tetesan peluh itu mengalir dari wajah Riska membasahi Buah dada-nya. Aku segera membuka Baju yang masih aku pakai.

Sementara itu, Riska terus bergoyang menikmati kejantananku. Tanganku tak ketinggalan meremasi Buah dada-nya yang kenyal. Beberapa menit kami bersetubuh dengan gaya ini,

“Ayo Dhi… sekarang aku pengen dientotin dari belakang, ” ucapnya sambil bangkit dari tubuhku.

Dia kemudian menungging sambil tangannya memegang ujung ranjang. Akupun segera memasukkan kontolku kembali ke dalam vaginanya.

“Ouhhhh… enak Dhi…terus Dhi… Ouhhhhh… yang cepat…Ouhhhhh, ” desah Riska saat kupompa tubuhnya.

Cerita Seks Terbaru


Cerita Seks Terbaru


Cerita Seks Terbaru

Tanganku meremasi Buah dada-nya yang bergoyang menggemaskan. Terkadang kuremas pula bokongnya yang bulat padat menantang,

“Ayo Dhi… aku hampir sampai… terus Dhi…oh…Ouhhhh…Ouhhhhhhh, ” . Tubuh Riska kembali mengejang, lalu rebah lemas di atas ranjang.

Kali ini aku tak mau lagi menggantung. Kubalikkan badan Riska dan kuarahkan kontolku kembali ke liang vaginanya yang telah licin oleh cairan orgasmenya. Kugenjot tubuh Riska yang seksi ini dengan gaya missionary,

“Uhhhhh… Ssss…. Ahhhhhh… “ demikian erangan yang keluar dari mulutnya seirama dengan genjotan tubuhku.

“Hisapi putingku Ris, ” kataku.

Mulut Riskapun kemudian menghisapi puting dadaku sementara aku menggenjot tubuhnya.

Tak lama akupun tak tahan lagi menahan ejakulasiku yang kedua. Wajah cantik Riska ditambah dengan erangannya, serta jepitan vaginanya di kelaminku membuatku mencapai puncak,

“Aku sampai Ris… ahhhhhh, ” jeritku tertahan ketika aku menyemburkan pejuhku dalam rahimnya.

Kamipun berbaring lemas di atas ranjang. Puas sekali rasanya menyetubuhi Riska nan ayu ini. Kunyalakan sebatang rokok untuknya dan satu untukku. Kami kemudian mengobrol dan bercanda sambil tiduran di atas ranjang,

“Dhi… anterin aku pulang ya, ” ucapnya setelah dia menghabiskan rokoknya.

“Lho… udah malam Ris nanggung. Nginep di sini aja, ”

“Wah jangan Dhi… besok pagi mas Joko mau jemput aku berangkat kerja, lagian aku juga nggak bawa pakaian ganti, ” ucapnya.

Cerita Dewasa - Pada akhirnya, aku-pun mengantar dia ke rumahnya. Singkat cerita aku-pun menurunkannya Riska agak sedikit jauh dari rumahnya agar tetangganya tidak curiga. Enak juga nonton kaset DVD bareng Riska. Mungkin aku akan semakin sering beli DVD nantinya.

Sunday, May 28, 2017

Cerita Dewasa - Tanteku Horny Melihat Aku

Tanteku Horny Melihat Aku

Cerita Dewasa - Opik yang telah lama mendambakan tantenya yang sudah berstatus janda muda, pada akhirnya dia bisa menikmati kenikmatan tubuh tantenya yang sudah lama tidak tersentuh oleh lelaki . Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Namaku Opik, sekarang usiaku 28, aku seorang pria single bertubuh proposional. Berat badanku 75 kg dengan tinggi badan 175 cm. Saat ini aku adalah seorang captain disalah satu hotel bintang 5 dijakarta. Jika berbicara masalah tipe wanita, aku lebih suka dengan wanita yang usianya diatasku. Pada situs deawasa ini aku ingin menuliskan cerita sex nyata yang pernah aku alami 5 tahun silam.

Cerita Seks Terbaru

Berawal dari aku yang tertarik dan selalu kagum dengan adik mamahku yang bernama tante Hera. Beliau adalah asik kandung mamahku yang saat itu usianya baru 35 tahun. Sungguh malang sekali Tante Hera, diusianya yang masih tergolong ibu muda itu sudah menjanda selama 4 tahun karena suaminya meninggal akibat penyakit jantung.

Cerita Dewasa - Dari perkawinanya degan almarhum suaminya dia tidak di karunia seorang anak, jadi statusnya janda muda sexy, cantik, dan menggairahkan, hhe. Kalau berbicara tentang perekonomian Tante Hera dia sudah tidak kekurangan lagi, karena dia meneruskan usaha fashion yang dirintis suaminya dan sudah mempunyai nama di daerah Jakarta.

Tante Hera tinggal di perumahan yang lokasinya tidak jauh dari komplek rumahku. Tante Hera hanya tinggal dengan pembantunya yang bernama Bik Saroh. Sekilas gambaran Tante hera adalah sebagai berikut. Dia mempunyai tinggi badan 168 cm, dan berat badan 65 kg, dari keterangan tersebut bisa dibayangkan kalau Tante Hera itu, lumayan tinggi dan mempunyai tubuh padat berisi.

Tubuhnya yang seperti itu bertambah menggairahkan dengan pantat dan payudara yang bulat kencang, maklum saja jika diusianya yang sudah 35 tahun itu dia masih mempunyai tubuh yang sexy karena dia rajin merawat tubuhnya. Selain itu pingganya juga langsing dan perutnya juga masih rata, jika difikir0-fikir dia tidak kalah dengan para model, hhe.

Sampai pada suatu hari saat itu main kerumah Tanteku, kebetulan saat itu pemabcntunya sedang pulang kampung. Pada ahri itu hujan sangat deras dengan diringi suara petir. Didalam rumah tante Hera aku dan dia bercerita banyak sekali. Mendengar dari cerita-ceritanya itu, bisa dibilang tanteku amatlah kesepian dan membutuhkan kasih sayang dari sesosok lelaki. Sabagai seorang pria yang sudah dewasa, seketika itu tiba-tiba saja fikiranku menjadi mesum.

Singkat cerita, karena merasa dingin saat itu tante Hera-pun tiba-tiba saja mengajak aku kekamarnya dengan alasan mengajak aku untuk menonton film horor dikamarnya,

“Pik, kita kekamrr tante yuk tante punya film bagus nih, Film horror terbaru pasti kamu suka deh, ” ucapnya.

“Wah bagus tuh tante, aku suka banget sama film horor, ” jawabku.

“Yaudah yuk kita putar filmnya diakamr tante aja, kan diakamar tante ada home teaternya, jadi nanti nonton filmnya biar seru, ” ucapnya mengajak aku menonton dikamarnya.

“Okey deh Tante, yuk ah, ” jawabku.

Cerita Dewasa - Kemudian kami-pun segera menuju kamar tante yang lumayan mewah dan besar. Kamar Tante Hera sangatlah nyaman, Kamarnya bahkan tidak kalah dengan hotel bintang 5. Kamarnya memiliki fasilitas seperti kamar mandi dalam dengan water heater, AC, Sofa, dan minibar. Sesampainya dikamar tante hera kemudian tante Hera-pun segera memutar film horror itu,

“Nih kamu tonton yah Pik, Oh iya tante mandi dulu yan Dit soalnya dari pagi Tante belum mandi, ” ucapnya.

“Oh iya tante matiin lampunya yah biar kamu enak nonton film horornya, ” sambungnya lagi.

“Oh iya Tante silahkan, ” jawabku singkat.

Kemudia tante-pun beralijh dari depan home theater, lalu menuju ke kelemari-nya. Sebelum diamandi dia mengambil sebuah baju ganti dan mengambil handuk bersih dari lemarinya. Setelah itu dia-pun menuju kamar mandi segera mandi. Ditengah tante hera yang sedang asik mandi aku-pun menonton Film horror yang memang menakutkan sekali.

Tidak kusangka ditengah diputarnya film itu ternyata ada adegan yang semi porno. Pemeranya sungguh cantik dan sexy sekali, bahkan baju yang dikenakan para pemeran wanita di film horror itu sangatlah sexy. Tidak hanya itu film horror itu juga ada adegan semi mesum. Tante Hera benar-benar tahu banget selera film aku,hha. Seketika itu penisk-ku tiba-tiba saja ereksi melihat adegan-adegan semi porno itu.

Aku yang telah mengetahui Tante Hera mempunyai kebiasaan mandi yang lama, melihat kesempatan itu aku-pun memberanikan diri untuk mengeluarkan penis-ku dari celanaku. Penis-ku yang sudah tegang dan sedikit basah mulailah aku kocok secara perlahan sembari menikmatifilm horror semi porno itu, Ouhhhh… nikmat sekali rasanya guest.

Cerita Seks Terbaru

Seiring berjalanya film itu aku terus mengocok penisku dengan perlahan, aku tidak perduli dengan tante Hera yang ada dikamar mandi saat itu. Aku yakin Tante Hera pasti lebih dari setengah jam jika sedang mandi, sedangkan film itu sedang terputar selama 15 menit. Aku terus menikmati film itu sembari terus mengocok penisku yang sudah sangat tegang dan berlumur air ludahku yang aku guinakan sebagai pelumas onani-ku.

Ketika aku sedang asik-asiknya mengocok penisku sembari memejamkan mata, tiba-tiba saja tante Hera sudah keluar dari kamar mandi dan menyalakan lampu kamarnya. Saat itu aku yang sedang memejamkan mataku karena sudah nikmat sekali dengan onaniku tidak sadar dengan kehadiran tante Hera yang sudah berdiri didepan pintu kamar mandi,

“Opik… Kamu lagi ngapain !!!!, ” teriaknya agak keras sembari melihat kearahku.

Aku yang mendengar suara tante Hera aku saat itu terkejut sekali, tidak kusangka Tante Hera mandi lebih cepat dari biasanya. Mataku-pun yang tadinya terpejam, saat itu terbuka, lalu aku lepaskan tanganku dari penisku yang ereksi maksimal itu. belum sempat aku mejawab tante Hera sudah berbicara lagi,

“Kamu lagi Onani yah, Ihhh kamu tuh otaknya mesum banget yah ternyata, ” ucapnya heran yang melihat aku sedang Onani dikamarnya.

Saat itu aku sagat takut dan tidak bisa berkata apa-apa, penisku yang tadinya ereksi tiba-tiba saja lemas begitu saja.

Aku tidak bisa menjawab apa-apa, aku hanya diam sembari memasukan penisku kembali kecelana pendeku yang semi kolor. Saat itu aku-pun menunduk diatas ranjang tante Hera, sembari ketakutan jika kelakuanku sat itu dilaporkan ke orang tuaku. Kemudian tante Hera mendekat kearahku dan berkata,

“Kamu tuh ya jadi cowok kog suka menipu diri sendiri, baru menonton film sperti itu aja kamu udah Onani, dasar payah kamu, hahahaha… kalau kamu pingin begituan kenapa nggak bilang sama tante aja, Tantekan bisa layanin hasrat sex kamu, hhe… ” ucapnya dengan tertawa terbahak bahak melihat aku yang ketakutan.

Saat itu ake benar-benar bingung dengan sikap Tante Hera. Aku menyangka dia akanmarah dan mengusriku dari rumahnya, namu sebaliknya ternyata tante Hera malah menawarkan dirinya untuk memuaskan nafsu sex-ku. Aku yang merasa sedikit bingung kemudian aku bertanya,

“Ma… maksud tante gimana tuh, Tante bercanda apa serius ini, ” ucapku dengan sedkit terbata-bata karena aku masih ketakutan dan shock dengan kepergoknya aku tadi.

“Udah muka kamu nggak usah takut gitu, tante maklum kog pria seusia kamu pasti besar sekali birahinya,hhe…, ” ucapnya memalklumi kelakuanku.

“Jadi tante nggak amrah yah sama perbuatanku tadi ?, ” ucapku memastikan lagi.

“Iya Opik sayang, Tante nggak marah kog. Oh iya Pik daripada kamu Onani mendingan kamu ML sama tante aja gimana, ” ucapnya sembari duduk diranjangnya dan dekat sekali dengan tubuhku.
Sambungnya lagi,

“Juju raja yah Pik, tante tuh udah lama sekali tidak berhungan badan denagn seorang lelaki semenjak sepeninggalan om kamu Pik, Kamu maukan ML sama tante, Tante sudah lama sekali ingin merasakan kehangatan bersetubuh dengan lelaki Pik, ” ucapnya memelas semabari menyenderkan kepalanya di pundaku.

Cerita Dewasa - Mendengar ucapan tante Hera aku sempat tidak percaya, Rasanya saat itu aku seperti mimpi disiang bolong. Aku yang sudah lama sekali menantikan hal seperti ini tanpa berfikir panjang aku-pun mengiyakan ajakannya itu,

“Iya aku mau tante, sebenarnya aku sudah lama sekali menantikan hal sepeerti ini tante, semenjak aku sering main kesini jika aku horny aku selalu onani dengan membayangkan tubuh tante, ” ucapku mencurahkan perasaan terpendamku.

Mendengar jawabpanku yang seperti itu, tanpa berkata sepatah kata-pun Tante Hera-pun langsung memegang kepalaku dan melumat bibirku begitu saja,

“Eummmmm… Sssssshhhhh… Eummmm…, ” suara lenguhan kami saat berciuman.

Dengan penuh nafsu tante Hera-pun melumat bibirku dengan kuatnya. Sesekali dia juga menjilati bibirku dengan lidahnya yang panjang itu. Aku yang tadinya diam saja, saat itu-pun mulai merespon ciuman tante Hera. Aku melumat bibirnya yang sexy itu dengan penuh birahi sex. Sungguh segar sekali nafas tante Hera, baunya wangi dan Fresh ketika tante hera menghembuskan nafasnya.

Bibir kami saat itu beroangutan diiringi masih terputarnya film horror semi porno itu. Sambil berciuman tangan tante Hera-pun mulai mengarah pada penisku. Setelah tepat berada diatas penisku yang masih tertutup celana semi kolorku, tante hera-pun meremas-remas dengan gemasnya,

“Eughhhhhh… Sshhhhhh…., ” desahku disela kami berciuman.

Cuaca pada sore itu sangatlah mendukung skandal sex terlarang kami. Kami yang sudah dibutakan oleh nafsu birahi sudah tidak perduli dengan status kami sebagai sepupu dan tante. Kami benar-benar menikmati birahi kami. Perlahan tangan tante hera-pun memelorotkan celanaku. Melihat tante Hera yang sedikit kesulitan, aku-pun membantunya untuk melepas celana pendek dan celana dalamku.

Saat itu penisku sudah tidak tertutup sehelai kainpun. Penisku kembali ereksi saat itu terlihat berdiri tegak keatas sampai kepusarku. Walaupun usiaku masih muda namun aku mempunyai penis yang lumayan besar, panjang dan bentuknya melengkung keatas. Saat itu tante Hera sekejap melirik penisku,

“Wow… torpedo kamu besar , panjang dan nampak perkasa sekali yah Pik, pasti kamu enak sekali jika memek tante disodok sama torpedo kamu itu, ” ucapnya sejenak melepas ciuman kami.

“Hehehe, iya dong Tante, ” ucapku dengan rasa bangga dan penuh nafsu.

Melihat Penisku, tante Hera-pun nampanya sangat bernafsu sekali,

“Pik, kontol kamu tante sepong yah, ” tanyanya padaku.

Tanpa menunggu jawabanku tiba-tiba saja wajahnya sudah berada tepat didepan penis-ku. Haeppp…. Dijilatilah kepala penisku sembari digenggamnya batang penis-penisku dengan tanganya,

“Oughhhhh… Tante… enak sekali tante… Sssssshhh… Ouhhhh…. Tante mahir sekali yah… Eughhhh…, ” ucapku memuji jilatanya pada penisku.

Saat itu dijilatilah semua bagian penisku, mulai dari kepala penis, batang penis, buah zakar, hinga selangkanganku. Sungguh nikmat yang luar biasa sekali, tante Hera menilatinya dengan penuh nafsu. Aku yang derplakukan seperti itu sampai merasa gelid an terkadang tubuhku mengejang karena merasa geli bercampur nikmat,

“Tante geli tante, Ahhhhh… aku udah nggak kuat tante… Ahhhhhh…, ” ucapku kegelian.

Saat itu tante hera-pun tersenyum lalu menghentikan jilatanya dari batang kejantanaku. Aku kira dia akan berhenti memainkan penisku,

“Haepppp… Slurrrpppp… Eummmm…, ” suara penisku yang telah berada didalam mulut tante Hera.

“Sssssssshhhh… Ouhhhhhh… hangat sekali rasanya tante, Ahhhhhh…., ” ucapku nikmat.

Setelah masuk didalam mulutnya, penisku-pun segera dikulunya dengan hebatnya. Sembari terus dikulum batang penis-ku digenggamnya. Dikocoklah penisku didalam mulut tante sembari dihisap dengan kuatnya. Rasanya benar-benar nikmat sekali. Tanganku yang sedari tadi diam, untuk mengimbangi permainan sex kami, aku-pun menyelipkan tanganku dari bawah lingerie tante Hera.

Benar-benar gila tante Hera, setelah aku tanganku kananku tepat berada pada vagina-nya, ternyata dia tidak memakai celana dalam, Ouhhhh. Tidak hanya itu tangan kiriku yang tidak mau diam, kemudian aku arahkan ke buah dada-nya, Shitttt… ternyata tante Hera juga tidak memakai BH para pembaca,benar-benar gila Tante hera ini.

Cerita Dewasa - Aku sempat berfikir, jangan-jangan film yang diputarkan tadi sengaja untuk memancing nafsuku, aku berfikir seperti itu karena tante setelah mandi ternyata dia hanya memakai lingerie tanpa mengenakan BH dan celana dalam. Tapi yasudahlah yang penting keinginanku sudah akud dapatkan. Megetahui hal itu Akupun segera memainkan payudara dan vagina tante Hera dengan penuh nafsu sex. Kuremas dapudaranya dengan perlahan, dan vaginanya-pun aku mainkan dengan jariku,

“Eughhh…. Sssshhhhh…., ” lenguhnya sembari terus mengkulum penisku dan tubuhnya juga meliak liuk menikmati perlakuanku padanya.

Cerita Seks Terbaru

Kami sama-sama merasa nikmat saat itu. Beberapa saat kami berbuat seperti itu,kami yang sudah sama-sama horny kemudiaan kami sama-sama menghentikan perbuatan kami. Tante Hera menghentikan kulumanya, sedangkan aku menghentikan remasan pada payudara dan permainanku jariku pada baginanya,

“Tante, aku udah nggak kuat nih, Kita ML yah tante, ” ucapku sembari melepas lingerie yang dikenakan tante Hera.

“Iya sayang, tante juga udah pingin banget dientot sama kamu, ” ucapnya genit.

Penisku yang basah dengan ludah tante Hera, begitu pula vagina tante Hera juga basah dengan lendir kawinya, dengan penuh nafsu aku-pun segera merebahkan tubuh tante Hera dirajangnya. Setelah itu aku segera menindihnya lalu aku bombing penis-ku kerah vagina tante Hera yang sudah becek itu. alat vital kami yang sudah sama-sama basah memudahkan aku untuk membenamkan penisku pada vaguna Tante Hera,

“Zleeeebbbbbbbbbbb… Ahhhhhhhhhh…, ” lenguh kami seiring masuknya penisku kedalam vagina tante Hera.

Dengan mudahnya penisku menembus vagina Tante Hera,

“Ouhhhh tante, memek tante lembut dan sempit sekali… ahhhh…, ” ucapku memuji nikmatnya memek tante Hera.

“Iya sayang, memek tantekan udah lama nggak kemasukan kontol cowok, Ouhhhh…, ” ucapnya girang mendengar pujianku.

Penisku yang sudah tertanam dalam di vagina tante Hera kemudian mulai aku ayunkan dengan perlahan,

“Eughhhh… Enak sekali kontol kamu Sayang, terus genjot sepeti sayang,,, ahhhh…, ” ucapnya nimat merasa penisku yang mulai aku maju mundurkan pada vagina-nya.

Aku-pun menyodok dengan lembut dan konstan. Beberapa menit aku mencabuli memek tante Hera dengan perlahan. Aku yang bertambah nafsu kemdian mulai aku percepat gerakanku,

“ Ahhh… Ahhh… Ouhhh sayang kamu kuat sekali… Sssshhhh…, ” puji tante Hera.

Aku sodok memek tante Hera selama 10 menit dengan tempo cepat. Ditengah sodokanku yang cepat itu tiba-tiba saja tangan tante Hera mencengkram kuat-kuat lenganku,

“Sayang aku keluar sayang… Ahhhhhhhhhhh…., ” desahnya mendapatkan orgasme pertamanya.

“Iya Tante, Ssshhhh… tante payah ah… hhaahaha… Ouhhhh…, ” ucapku menggodanya sembari terus menyodok memeknya.

Saat itu tante Hera hanya tersenyum saja, sembari eminkati sodokan penisku dengan posisi terlentang. Memek tante Hera saat itu semakin basah saja dengan lendir kaeinya, rasanya penisku seperti tersiram cairan hangat didalam memek tante Hera. Aku yang merasakan itu hasrat sexs-kupun semakin meledak-ledak saja. Aku yang nampaknya sudah tidak tahan lagi menahan ledakan spermaku.

Mulailah aku merapatkan paha Tante hera. Aku melakukan itu dengan maksud agar penisku terjepit lebih rapat oelh vagina tante Hera. Tenryata benar itu membuat penisku terjepit lebih kuat. Dengan sekuat tenaga aku-pun menyodok vagina tante Hera denagan nafas yang memburu,

“Tante mau keluar tante,keluarin dimana… Ouhhhh…, ” tanyaku.

“Iya sayang, keluarin didalem aja sayang, sudah lama sekali vaginaku tidak terbasahi oleh sperma laki-laki, Ouhhhh…, ” ucapnya penuh nafsu.

Kemudian akupun menggenot dengan sisa tenagaku, ditengah asiknya aku mennggenjot vagina tante Hera,

“Aaahhhhhhhhhh…. Aku keluar lagi sayang, OUhhhh… Kamu kuat sekali sayang, aku udah 2 kali keluar tapi kamu masih kuat saja, Sssssshhh…, ” ucapnya sembari merasakan sodokanku.

Saat itu aku hanya tersenyum, dan tidak lama kemudian setelah tanteHera mendapatkan orgasme kedua kalinya, tiba-tiba saja batang penisku-pun berdenyut-denyut dengan kuatnya, lalu,

“Crotttttttttttttttttttttttttttt…. Crotttttttttttttttt… Crotttttttttt…, ”

“Aku keluar tante, Ouhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Sssssssshhh… Ahhhhhh…., ” ucapku puas diringi derasnya spermaku yang mengaliri vagina tante Hera.

“Iya sayang aku bisa merasakan… Ahhhhhhhhhh…. Sperma kamu banyak sekali sayang… Ouhhhhh…., ” ucapnya nikmat.

Cerita seks terbaru

Spermaku benar-benar banyak sekali saat itu, sampai-sampai sperma yang tertumpah didalam liang senggama tante Hera tertumpah kembali dari liang senggamnya. Sungguh pusa sekali rasanya setealah spermaku tertumpah didalam rahim tante Hera. Ronde pertama-pun telah kami selesaikan, setelah puas menikmati sisa-sisa orgasmeku aku-pun terkapar lemas disamping tante hera.

Kami sama-sama terkapar lemas sore itu. Vagina tante Hera yang penuh dengan spermaku dibiarkanya begitu saja membasahi ranjangnya. Sejenak kami menghela nafas, kira-kira sekita 10 menit tante Hera-pun kembali bergairah, dia mulai mengelus-ngelus penisku dengan penuh nafsu. Tidak lama penisku-pun kemnali ereksi, melihat itu tante herapun naik keatas tubuhku dan memasukan penisku pada vagina-nya.

Pada hari itu-pun kami melakukan hubungan sexsebanyak 5 kali, kami menggunakan berbagai haya sex layaknya pemain film porno. Kami sungguh merasa puas dengan hubungan sex kami hari itu. Kami berhubungan sex higga pukul 9 malam. Setelah puas dengan hungan sex kami-pun terkapar lemas dengan penis dan vagina kami yang berlumur lendir kawin kami.

Karena hujan tidak reda-reda juga akhirnya aku-pun tidur dirumah tante Hera, dan aku-pun tidak lupa berpamitan kepada ibuku bahwa aku tidur disana dengan alasan pembantu tante Hera sedang pulang kampung. Malam itu-kamipun tertidur pulas dengan posisi telanjang bulat. Semenjak skandal sex terlarang kami hari itu hunungan kami berlandung selama 1 tahun.

Cerita Dewasa - Hubungan kami berakhir karena kami ketahuan oleh mamahku. Karena tante Hera merasa malu dan berssalah kepada mamahku, diapun pindah adari Jakarta.Entah dia pindah kemana aku tidak tahu. Hingga sekarang-pun aku tidak mengetahui dimana beliau. Sungguh aku kangen sekali dengan tante Hera, semoga setelah setelah menulis cerita ini tante Hera mengetahui kalau aku kangen padanya dan semoga dia menghubungiku. I miss you so Much tante Hera.

Thursday, May 25, 2017

Cerita Dewasa - Janda Penjual Buah Haus Sex

Cerita Dewasa - Janda Penjual Buah Haus Sex

Cerita Dewasa - Seorang anak muda yang bernama Rehan ketika membeli buah digoda oleh tante penjual buah yang semok dan kebetulan haus sex. Tak kuat menahan godaan itu Rehan dan tante itu akhirnya berhubungan sex ditoko buah pada siang itu juga.. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Pada hari minggu siang tepatnya jam 2 siang aku disuruh ibuku pergi untuk membeli buah pisang ditoko buah lagganan ibuku yang jaraknya kurang lebih 2 km dari rumahku. Karena pada hari itu aku tidak ada kegiatan maka aku-pun mau disuruh ibuku. Pergilah aku dengan menggunakan sepeda motor kesayanganku. Hanya dengan waktu 10 menit saja aku sampai.

Cerita Seks Terbaru


Sesampainya ditoko buah itu aku-pun aku memakirkan motor,

“Siang Buk, saya mau beli pisang buk, ” ucapku pada penjual buah itu.

“Oh iya dek saya rapikan dulu sebentar yah dagangan saya, ” ucap ibu itu sembari nungging membelakangiku.

Beberapa saat aku menunggu Ibu itu merapikan dagangan sembari melihat-lihat buah. Ibu itu cukup lama menata daganganya, dia menungging membelakangiku tanpa ada rasa risi sedikitpun. Karena terlalu lama maka aku-pun mencoba melihat kerah ibu penjual itu. Ketika aku melihat penjual buah itu, Wow tidak kusangka celananya sedikit melorot sehingga terlihat celana dalam dan belahan pantatnya.

Gila nih Ibu-ibu mulus banget pantatnya. Belahan pantatnya aja putih, apalagi bagian lainya nih, ucapku dala hati. Seketika itu fikiranku-pun menjadi mesum. Aku pandangi terus menerus pantat bulatnya yang masih kencang dan semok itu. Jika dilihat dari pandanganku, aku memperkirakan celana dalam yang dia kenakan saat itu model celana dalam bawah pinggang.

Saat itu aku belum melihat mukanya sekali-pun, nampak tubuh ibu-ibu penjual buah itu terawat sekali, aku berpedapat seperti itu karena aku melihatdari belahan pantatnya yang terlihat olehku saat itu. Dengan cueknya Ibu penjual itu menata dagangan buahnya sembari menungging membelakangiku. Pantatnya terus bergoyang-goyang sembari menata buahnya.

Cerita Dewasa - Walaupun dia hanya penjual buah namun benar-benar terawat sekali tubuhnya. Nampak tubuhnya putih mulus dan masih kencang sekali, pokoknya nggak kalah deh kalau sama gadis-gadis jaman sekarang. Fikiranku terus memicu nafsuku sehingga pada siang yang panas itu membuat tubuhku serasa terbakar oleh gairah sexs-ku.

Penis-ku perlahan mulai bangkit tegak keatas menembus celana dalamku. Aku berfantasi andai saja aku bisa ML dengan Ibu penjual buah itu, fikirku sembari melihat pantat semok itu. Hampir lupa para pembaca, namaku Rehan umurku 20 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa, Lanjut kecerita. Rasa bosan yang biasa orang rasakan ketika menunggu, saat itu itu tidak aku rasakan.

Dalam hati berkata, kalau bisa lebih lama menata buahnya aku malah suka, hha. Aku terus berfantasi jorok tentang penjual buah itu. Siang itu aku tenggelam dalam fantasi sex liarku sembari terus melihat goyangan pantat penjual buah itu. Sedang asik-asiknya berkhayal jorok tiba-tiba saja dia membalikan badannya,

“Dek, jadi mau beli buah apa ???, ” ucapnya bertanya padaku.

Saat itu aku tidak menjawab pertanyaanya karena aku semakin terpukau oleh kecantikan dan montoknya payudara penjual buah itu ketika membalikan badan,

“Dek… Adek… Adek lihatin apa sih kog bengong gitu ??? ini jadi beli buah nggak ???, ” ucapnya lagi padaku.

Seketika itu aku-pu tersadar karena kaget,

“I.. iya Buk kenapa, maaf tadi tidak dengar saya, ” ucapku dengan wajah kebingungan.

“Hahhaa… Dasar anak muda sekarang, Hemmmm…. Pasti dari tadi kamu lihatin Ibukan ???, ” ucapnya langsung to the point padaku.

“E… E… enggak kog Buk, siapa juga yang lihatin Ibu, orang dari tadi aku lihatin buah yang segar-segar ini, Huwww…, ” ucapku mengelak dengan wajah yang memerah.

“Hemmmmm… buah segar apa buah dada Ibu yang kamu lihat, ” ucapnya frontal sekali.

Gila nih ibu-ibu cantik ini, ini dia sengaja mancing nafsu aku, apa emang dia sengaja iseng menggoda saja. Dengan penuh pertimbangan, pada akhirnya aku-pun terus terang, yah.. iseng-iseng berhadiahlah,

Cerita Seks Terbaru

Saat itu aku sejenak diam karena kaget. Aku tidakmenyangka ibu penjual buah itu senekat itu,

“Ayo pegang aja sesuka kamu, lagian tante juga belum ada yang punya kog, tante janda tapi belum mempunyai anak, jadinya ya gini deh badan tante masih mulusdan semok seperti ini, ” ucapnya genit.

“Wah… pantas aja, tadi aku berkata dalam hati , Kog bisa yah wanita seusia tante tubuhnya masih kencang, singset dan bohay, hhe.., ” ucapku mulai berani.

Cerita Dewasa - Saat aku pui seperti itu Tante Rhena nampak berbinar-binar sekali wajahnya, nampaknya dia suka sekali dengan pujianku itu. Tanpa berkata sepatah kata-pun dia tiba-tiba saja menuju kearah pintu toko dan meletakan kertas karton yang bertuliskan (TUTUP),

“Hloh kog tante malah kasih tulisan tutup sih, ” tanyaku.

Tanpa banyak bicara lagi dia-pun langsung menarik tanganku menuju kearah gudang kecil tempat penyimpanan kotak buah yang ukuranya kurang lebih berukuran 2×2 meter,

“Kamu gemaskan sama tante, kamu juga pinginkan ML sama tante, ayo puasin tante, ” ucapnya lalu memeluk dan menciumku.

“Eummmmm… Euhhhhh… Eummmmmmmm, ” lenguhan tante Rhena mencium bibirku dengan nafas yang memburu.

Karena sedari tadiaku sudah bernafsu sekali, maka aku-pun segera meladeni permintaan mesum itu. Aku membalas ciuman tante Rhena dengan penuh gairah sex. Aku ciumi bibirnya dengan gemas sembari aku meremas pantat dan payudaranya yang montok itu,

“Sssshhhh…Euhhhhhh… Sssshhhh…, ” desah tante Rhena.

Dia mendesah disela kami berciuman karena merasa nikmat akibat aku remas pantat dan payudaranya. Mendengar desahan itu aku-pun semakin bernafsu saja, aku semakin ganas menciumi bibirnya dan remasanku pada payudara serta pantatnya-pun semakin kerasa saja,

“Sssssshhhh… Uhhhhhhhh… enak Dek, Ouhhhhh… terus remas susu tante Dek… Ahhhhhh…, ” ucapnya penuh nafsu birahi.

Aku yang sudah sangat bernafsu tidak menjawab sedikitpun, saat itu yang aku lakukan hanyalah memberikan rangsangan sex pada tante Rhena. Mulai aku selipkan tanganku dibalik bajunya. Aku lepas tali Bra-nya sehingga terbebaslah payudara yang montok itu dari Bra ketatnya. Wow…. Mantap sekali payudaranya, kenyal dan besar sekali para pembaca.

Aku remasi dengan gemas payudara tante Rhena dengan tangan kananku,

“Uhhhhh… iya Dek remas kayak gitu, plintir-plintir putting tante Dek, Sssshhh.. Ahhhhhh…, ” pintanya dengan nafas yang memburu.

Cerita Dewasa - Aku mainkan payudaranya dengan tanganku, serasa tanganku terpenuhi oleh payudara tante Rhena. Mimipi apa aku semalam yah bisa menikmati tubuh penjual buah yang bohay seperti ini, ucapku dalam hati. Secara terus menerus aku meremas payudar tante Rhena, sesekali aku juga memainkan puttingnya dengan menekan dan memplintir-plintir putting susunya,

“Ahhhhhhhh… Geli sayang, Ouhhhh… terus sayang… Ahhhhh…., ” desahnya semakin liar saja.

Saking enaknya secara tidak sadar dia memanggilku sayang, hha… dasar janda jarang dibelai, nafsunya gede banget,mantap cuy.Untuk memberikan rangsangan yang lebih, bibirku yang tadinya melumat bibirnya, saat itu aku alihkan kearah lehernya. Aku tahu wanita jika diciumi lehernya pasti akansemakin bernafsu, hhe. Mulailah aku ciumi lehernya sembari terus memainkan putting susunya,

“Ouhhhh… Ssssssshhhh… ka… Kamu hebat sekali sayang.. . Ahhhh… memek tante udah basah nih,Ouhhh…, ” ucapnya penuh gairah sex.

Tante Rhena nampak sudah tenggelam oleh gairah sex yang aku berikan, tanpa aku minta dia mulai membuka kancing celana panjang ketatnya lalu dia melepaskan celana dalam beserta celana panjangnya. Seketik itu tante Rhena-pun setengah telanjang. Melihat tante Rhena yang seperti itu tangan kiriku yang menganggur langsung aku arahkan pada vaginanya,

“Euhhhhhh… kamu pintar sekali sayang, kamu kayaknya udah pengalaman banget yah, Ouhhhh.., ” ucapnya memuji permaina sexs-ku.

Cerita Dewasa - Aku tidak pernah menjawab kata-katanya, yang aku lakukan hanya terus memberikan dia rangsangan. Jadi saat itu aku menciumui leher, meremas payudara, sembari memainkan jari-jariku pada vagina tante Rhena. Vaginanya benar-benar sudah basah saat itu, padahal aku baru sebentar memainkan vaginanya. Aku tekan dan aku putar-putar itil tante Rhena dengan jariku,

Cerita Seks Terbaru

“Ouhhhh… tante nggak tahan sayang, terus sayang, memek tante basah banget sayang… Ouhhhh… Ssssshhhh… Ahhhh…, ” racaunya terus keluar dari bibirnya.

Cerita Dewasa - Sekitar 20 menit aku memberikan rangsangan pada tante Rhena sampai memeknya basah kuyup dengan lendir kawinya.
Merasa sudah cukup untuk melakukan pemanasan aku-pun menghentikan rangsanganku pada tante Rhena,

“Hlohhh… kog berhenti sih sayang, lagi enak enaknya nih tante, ” ucapnya memelas dengan raut wajah kecewa.

“Akukan juga pingin enak tante, masak tante terus sih yang enak, udah yuk kita ML, kont*l aku udah nggak than nih pingin ngerasain memek tembem tante, ” ucapku sembari melepas kancing celanaku.

Saat itu aku lepaskan celana dan celana dalamku. Aku perosotkan celanaku hingga atas mata kakiku,

“Oh iya yah, hhe… habis tante tadi lagi enak banget sih, hhaa…, ” ucapnya.

Setelah menjawab seperti itu tante Rhena segera mengarahkan tubuhnya ketembok lalu dia menungging membelaknagiku,

“Wow… pantat tante semok banget yah, udah gitu memeknya bersih lagi, plakkkkkk…., ” ucapku kagum sembari menepuk pantatnya sekali.

“Aow… nakal deh kamu, ayo sayang buruan masukin penis kamu, ” pintanya.

“Iya tante semok, ” jawabku singkat.

Sebelum aku memasukan penisku, sebelumnya aku basahi penisku dengan ludahku. Untung saja sebelum ketoko buah aku sudah mandi dan gosok gigi, jadi ludahku fresh deh, hhe. Setelah basah penisku dengan air ludah, aku-pun mulai mengarahkan penisku pada vaginanya dari belakang,

“Ouhhhhhhh…, ” desahku.

Aku tidak langsung memasukan penisku, aku gesek-gesekan dulu penisku pada vaginya yang sudah basah itu,

“Sssssshhhh… Ouhhhh… ayo sayang masukan, tante udah nggak kuat nih, Ahhhhh.., ”

“Sabar tante sayang, bentar lagi yah, ” ucapku.

Sengaja saat itu aku membuat tante Rhena semakin bernafsu. Sekitar 5 menit aku gesekan penisku pada vaginanya, aku yang sudah tidak tahan lagi kemudian aku ebnamkanlah penisku,

“Blessssssssssssssssssssssssssss….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh…, ” desahku disela masuknya penisku dalam vagina tante Rhena.

“Ouhhhhhhhhhh… enakkkkkkkkkkkkkkkkkkk sayang… Ahhhhhhhhhh…, ” ucap tante Rhena penuh kebahagiaan.

Cerita Dewasa - Mulailah aku genjot vagina tante Rhena maju mundur dengan penisku, suara kecipak kecipuk terdengar dari persenggamaan kami siang itu. Vagina tante Rhena semakin basah saja ketika aku sodok dengan penisku dari belakang,

“Ssssshhh… memek tante benar-benar seperti gadis, Ouhhh… sempit dan kuat cengkramanya, Ahhhh…, ” ucapku sembari terus menyodoknya.

“Ahhhh.. Ahhhh… Iya sayang, makasih sayang pujianya, Ouhhhh…, ” jawabnya sembari mendesah.

Aku terus menghujam memek tanet Rhena dengan penisku yang panjang dan lumayan besar. Untung saja penisku panjang, kalau tidak panjang tidak akan bisa aku menyodok memek tante Rhena dari belakang. Perlu diketahui, pantat tante Rhena bulat dan besar sekali, Ouhhh..pokoknya hot banget deh para pembaca. Saat itu desahan kami saling bersahut-sahutan didalam gudang buah itu,

“Plakkkkk… Plakkkk…. Plakkkkk… Plakkkk…. Plakkkkk… Plakkkk…., ” suara hentakan kulit tubuh kami menggema didalam ruangan 2×2 meter itu.

Cerita Seks Terbaru

Terus aku genjot vagina tante Rhena tanpa henti, tidak terasa sudah cukup lama kami bercinta didilam gudang itu. Memek tante Rhena semakin basah, dan nafsuku juga semakin membara saja. Disela pecrcintaan kami tiba-tiba saja tante Rhena,

“Ahhhhhhhhhhhhhhhh…. Tante keluar sayang… Ahhhhhhhhhhh…., ”

Tante Rhena mendesah panjang diiringi dengan mengejangnya tubuhnya serta vaginanya mencengkram kuat penisku,
“Ouhhhh… enak tante… terus jepit kont*l aku tante… Ahhhhh…, ” ucapku nikmat sembari terus meyodok memeknya.
Benar-benar kuat cengkraman vagina tante Rhena, rasanya penisku sudah untuk digerakan saat itu. Selain itu penisku juga terasa hangat karena tersira lendir kawinya,

“Iya sayangg… Ouhhhh.. terus sodok sayang jagan berhenti… Ahhhhh, ”ucapnya penuh nafsu sex.

Tanpa henti aku menggenjot vagina tante Rhena dengan penuh birahi sex. Nafsuku semakin memuncak saja siang itu. Rasanya aku tidak kuat lagi menahan sperma-ku yang serasa akan meledak dari dalam penisku,

“Euhhhh… Tante, aku mau keluar, keluarin dimana ini, Ahhhh, ” ucapku.

“Dalamaja sayang, udah lama memek tante nggak tersiram air mani laki-laki, Ahhhh…, ” ucapnya sembari merem melek.

“Ahhhh.. nanti kalau hamil gimana tante, Ouhhhh… Ssssshhhh, ” tanyaku.

“Udah tenang, tante KB kog, ayo sayang cepet keluarin, tante udah nggak kuat, udah lemes rasanya lutut tante, Ahhhhh.., ” ucapnya penuh gairah.

Mendengar itu aku-pun semakintidak kuat. Mengetahui jika tante Rhena KB aku-pun tidak ragu lagi untuk mengeluarkan spermaku didalam memeknya. Aku picu penisku dengan cepatnya keluar masuk dari vagina tante Rhena,
“Ahhhh… Ahhhh… ya sayang, enak sayang, sodok seperti itu terus, Ahhhh.., ” desahnya semakin liar saja.
Tidak lama setelah itu, pada akhirnya,

Ahhhhhhhhhhhhh… Crutttttttttttttttt…. Crutttttttttttttttt…. Crutttttttttttttttt…. Crutttttttttttttttt…., ”

“Aku keluar tante… Ahhhhhhhhhhhhhhhhh.., ” ucapku puas mendapatkan orgasmeku.

“Iya sayang… Ahhhhhhhhhhhhhhhhh… hangatnya… Ouhhhhhhhhh…, ” ucapnya nampak puas diiringi tersemburnya liang senggamannya oleh spermaku.

Cerita Dewasa - Spermaku benar-benar banyak sekali rasanya saat itu. Spermaku menembak sampai 6 kali pada hubungan sex siang hari itu didalam memek Rhena. Sesaat aku biarkan penisku tertanam didalam vagina tante Rhena. Sesekali aku kendor kencangkan otot penisku yang masih tertanam didalamvagina tante Rhena. Sebaliknya, tante Rhena juga melakuakn hal itu dengan memeknya.

Sperma yang keluar didalam memek tante Rhena tertumpa keluar dari memek tante Rhena hingga berjatuhan kelantai. Orgasme yang sangat nikmat pada siang hari itu. Kami sama-sama mendapat kepuasan sex dalam percintaan kami. Setelah sejenak menghela nafas, aku teringat jika aku disuruh ibuku membeli pisang. Segera aku cabut penisku dan berkata,

“Tante, aku lupa,tadikan aku disuruh Ibuku beli pisang, udah yuk tante kita keluar dari sini, ” ucapku.

“Hahhaa… Iya sayang, yaudah ini bersihkan dulu kont*l kamupakai celana dalem tante, nanti gantian aja bersihinnya, ” ucapnya memberikan celana dalam.

Kemudian akupun segera memebrsihkan penisku dengan celan dalam tante Rhena, setelah aku bersih tante Rhena-pun bergantian membersihkan vaginaya dengan celana dalamnya. Tante Rhena tidak kuatir dengan celana dalamnya jika harus digunakan sebagai lap. Kan kios itu rumah singgah tante Rhena juga, jadi di kios buah itu ada cadangan pakaian dan daleman tante Rhena, hhe.

Setelah kami bersih, aku-pun mengenakan celanaku lagi demikian pula tante Rhena. Tante Rheba-pun keluar bersamaku adari gudang buah itu tanpa memakai celana dalam, hha. Coba aja aku tidak disuruh ibu, pasti siang itu aku minta tambah deh smaa tante Rhena, hhe. Setelah keluar dari ruangan itu tante Rhena-pun memberikanku pisang ambon satu 2 sisir secara Cuma-Cuma,

“Nih buwat kamu pisangnyanggak usah bayar, soalnya tadi kamu udah kasih tante pisang ambon kamu, hhaaaaa…,” ucapnya menggodaku sembari memberikan pisang ambon kepadaku.

“Hahhaa… tante bisa aja deh, nanti kalau kangen pisang amboh Rehan telfon Rehan ya tante, hhe.., ” ucapku menggodanya.

Sebelum aku pulang aku sempatkan bertukar nomertelefon dengan tante Rhena dengan harapan tante Rhena kangen dengan pisang ambonku(penisku), hha. Setelah itu aku-pun segera pulang karena sudah ditunggu ibu. Sekian dulu yah guest, next time aku bakal kasih cerita sex aku dengan jandasex yaitu tante Rhena penjual buah kesayanganku. Sekian.

Wednesday, May 24, 2017

Cerita Dewasa-Mati Lampu Pemicu Nafsu Sex

                  Mati Lampu Pemicu Nafsu Sex

Cerita Dewasa - Amir ML dengan pacarnya diruang tamu rumahnya ketika mati lampu, nekat sekali amir, padahal saat itu kedua orang tuanya ada di rumah. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Agent Judi Poker Online Indonesia
Hoyapoker99.com || Agent Judi Poker Online Indonesia

Cerita Dewasa - Aku mempunyai pacar bernama Mirna, dia adalah cewek SMA yang sudah tidak perawan lagi bahkan sebelum berpacaran denganku. Aku akan menceritakan kisah sex-ku dengan Mirna yang pastinya akan bikin agan sekalian Ngecrot ditempat hha.namun sebelum aku menceritakan kisah sexs-ku ini perkenalkan namaku Amir, dan aku adalah seorang mahasiswa.

Pada malam itu adalah aku mengajak Mirna untuk bermain kerumahku, hari itu adalah hari pertama mengajak Mirna main kerumahku untuk aku kenalkan pada orang tuaku. Orangtuaku yang selalu ramah dengan siapapun mereka menyambut Mirna dengan keramah tamahan. Beberapa saat Mirna dan kedua orangtuaku-pun mengobrol dengan asiknya.

Mirna sendiri adalah tipe wanita yang aku anggap dewasa walaupun dia masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Selain dewasa dia juga mempunyai bentuk tubuh yang menggemaskan, mungil namun berisi bodinya. Dia mempunyai tinggi badan 159 cm dan mempunyai berat badan 51 kg, bagi anak seumuranya dia bisa dibilang semok.

Dari bentuk tubuhnya yang mungil itu dia mempunyai ukuran payudara 34B dan mempunyai pantat yang bulat serta kencang. Selain itu dia juga mempunyai pinggang yang singset namun pinggulnya lebar, jika kata orang-orang sih tipe wanita seperti pasti nafsunya besar dan memeknya bisa ngejepit katanya, hhe.

Emang iya sih benar pendapat itu, soalnya selama 3 bulan jadian dengan mirna aku udah sering sekali ML dengan Mirna, bahkan semenjak kami jadian 1 minggu aku sudah bisa menikmati kehangatan tubuhnya,hhe. Setelah beberapa saat Mirna dan kedua orangtua-ku mengobrol, pada akhirnya orangtuaku kembali masuk keruangan santai khusus keluarga.

Mereka memang sangat pengertian meninggalkan kami berduaan diruang tamu. Setelah orangtuaku meninggalkan kami, kami-pun mengobrol sembari bercanda. Mirna selalu saja tertawa jika aku sedang melawak. Mungkin saja dia suka denganku gara-gara aku ganteng dan humoris, wkwkwkwk.

Saat itu kami terus bercanda sembari menonton TV yang ada diruang tamuku. Tidak terasa kami bercanda sudah setengah lebih, rasanya perut kami serasa dikocok, aduh pegal sekali rasanya. Ketika sedang asik-asiknya bercanda tiba-tiba saja ada pemadaman listrik, Huuuhh sial,

“Pak, Buk, mati lampu nih, ada emergency nggak ??, ” teriaku dari ruang tamu.

Saat itu beberapa kali aku teriak dari ruang tamu namun orang tua-ku tidak menyahut,

“Wah pasti bapak sama ibuk udah tidur ni Yank, asik nih Yank kita bisa ML, hhe…, ” ucapku berbisik ketika berbicara ML.

“Sssssttt…. Kamu tuh nekat banget sih Yank, nggak mau ah takut kalau bapak ibu tiba-tiba bangun, huwwwwww…, ” ucapku pacarku perlahan.

“Nggak bakalan bangun Yank, aku udah hafal banget sama bapak ibuk, mereka kalau udah tidur ada gempa sekalipun tidak bakalan bangun, sumpah deh Yank, ” ucapku merayu an meyakinkan Mirna.

“Masak sih Yank, tapi nanti kalau…., ”

Belum selesai menjawab aku langsung saja mencium bibirnya sembari aku remas payudara-nya,
“Oughhh.. Eummmm… Ssssssss…, ” lenguh perlahan Mirna.

Cerita Dewasa - Setelah melenguh dia-pun segera merespon ciumanku dengan membalas ciumanku dengan penuh nafsu. Seperti yang aku bilang sebelumnya Mirna itu nafsu sexs-nya besar. Bibir kami-pun berpangutan dengan penuh nafsu birahi. Bibir kami bertemu dan lidah kami saling beradu didalam mulut kami dengan ganasnya.

Sesekali aku menyedot lidahnya dan sebaliknya Mirna juga menyedot lidahku. Suasan yang gelap karena pemadaman lisrik membuat kami nyaman untuk bercinta di ruang tamu rumahku. Aku remasi payudara Mirna, dan dia membalas meremas penis-ku dengan gemasnya dari luar celanaku. Dalam kegelapan itu nafsu sex kami saling terpicu.

Sembari terus berciuman kami saling meremas bagian vital kami, diremas-remas penisku dengan penuh gairah sex, dan aku juga mereamas payudara Mirna dengan penuh nafsu juga. Kurang puas meremas dari luar Mirna-pun segera memasukan tangannya dibalik celanaku. Kebetulan saat itu aku memakai celana joggerpant yang pinggangnya terbuat dari kolor.

Hal itu memudahkan Mirna untuk menggapai penisku. Dia nampak tambah gemas ketika tanganya sudah langsung menyentuh penis-ku. Dia mainkan kepala penis-ku dengan jari-nya,

“Ssssssssss…. Geli Yank, Oughhhhh…., ” desahku perlahan agar tidak terdengar oleh orangtuaku.

“ Enak ya sayang, mainin memek aku juga dong yank, aku juga pingin nih, ” ucapnya sembari memainkan kepala penisku.

“ Iya Yank, Oughhhhhh…., ” jawabku singkat.

Kebetulan sekali saat itu Mirna memakai dress minim sehingga memudahkan aku untuk menyelipkan tanganku kedalam dress-nya dari bawah. Setelah tanganku masuk kedalam Dress langsung saja aku saja aku selipkan tanganku pada vagina-nya. Aku masukan tanganku dari samping celana dalam dekat selangkanganya.

Setelah tergapai vagina Mirna, jari-jari tanganku-pun mulai beraksi, pertama aku mainkan citorsinya agar cepat basah,

“ Sssshhhh… terus Yank, Aghhhhhhhhhh… Eummm… buwat becek memek aku Yank.. Oughhh.., ”
ucapnya perlahan menikmati permainan tanganku pada vagina-nya.

Dia mendesah sembari terus memainkan kepala penisku,

“ Iya Yank, Ssssss… Ouhhhhh… kocok penis aku Yank, Aghhhh…., ” ucapku nikmat juga.

Cerita Dewasa - Kami-pun tidak lagi berciuman, ciuman kami mulai berpindah pada leher, tengkuk dan telinga sembari terus memberi rangsangan pada alat kelamin kami. Penis-ku yang ereksi maksimal dan sudah berlendir memudahkan Mirna untuk mengocok penisku tanpa harus memberi ludah lagi pada penis-ku. Aku-pun sama, vagina Mirna yang mulai basah dengan ledir kawinya memudahkan aku untuk memainkanya.

Sungguh terasa syahdu dan penuh adrenalin bercinta diruang tamu ketika pemadaman listrik. Nafsu sex dan rasa was-was menyelimuti malam kami saat itu. Mirna dan aku saling mendesah nikmat seiring berjalanya percintaan kami,

“ Ughhhhhhhhhhhh… Yank, aku keluar yank, Aghhhhhhhhhhhhhhh….., ” desah panjang Mirna namun perlahan.

“ Iya sayang, Biarin aja, Ouhhh… ayo kocok terus penisaku yank, Sssssss…., ” ucapku sembari terus meyodokan jari-ku pada vagina Mirna.

“ Sssssssss… Ughhhh… Iya Yank, Uhhhh.. geli rasanya yank… Eugghhhh…, ” desah Mirna dengan terus mengocok penisku.

Saat itu nafsu sex kami sudah sama-sama memuncak, Mirna bahkan sudah mendaptkan klimaks yang pertama kalinya. Vagina Mirna terasa basah dan hangat sekali seiring keluarnya lendir kawin dari.
Vagina gembulnya yang ditumbuhi sedikit rambut kemaluan. Tidak terasa kami sudah melakukan hal itu selama 15 menit. Merasa sudah cukup melakukan warming up, aku-pun berkata,

“ Yank, Foreplay-nya udahYuk, aku pingin ngentot nih… Aghhhhh…, ” ucapku sembari mengeluarkan tanganku dari balik celana dalamnya.'

“ Iya Yank, nanti malah keburu hidup listriknya, ” ucapnya sembari mengeluarkan tanganya dari balik celanaku.

Karena kami akan Ml diruang tamu rumahku pada saat itu kamitodak telanjang, aku hanya menurunkan celana dan celan dalamku hingga atas lutut saja. Sedangkan Mirna saat itu melepas hanya mlepas dress-dan celana dalamnya saja. Untuk menghemat waktu Mirna-pun segera memposisikan dirinya dengan gaya sex doggy style dengan tanganya bertumpu pada tangan sofa,

“ Ayo yank, cepetan masukin kontol kamu, nanti keburu listriknya hidup,!!!, ” ucapnya nampak was-was.

Tanpa banyak bicara aku-pun segera meraih penisku lalu aku masukan penis-ku dalam-dalam pada vagina-nya,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbb…. Aghhhhhhhhhhhhhhhhh…, ” desah kami perlahan namun bersamaan.

Tanpa membuang buang waktu segera aku ayunkan penisku maju mundur pada vagina Mirna. Memek Mirna yang sudah basah itu memudahkan aku untuk menjajah vagina-nya dengan bebasnya. Aku tusuk maju mundur dengan tanganku berpegangan pada pantat bulatnya yang kenyal dan bulat itu,

“ Oughhh… Oughhh… Oughhh…Yank… Sssssss… Aghhhhh…, ” desah Mirna perlahan.

Mirna mendesah pelan merasakan nikmatnya sodokan penis-ku pada vaginanya yang gembul itu. Memang mata lelaki itu lebih tajam dari mata kelelawar, buktinya disuasana yang gelap gulita seperti malam itu aku tidak kesulitan membenamkan penis-ku didalam vagina Mirna, hhhaaa. Terus aku genjot Vagina Mirna dengan nafsu sex yang menggebu-gebu.

Cerita Dewasa - Persetubuhan kami malam itu dihiasi dengan desahan-desahan mesra yang keluar dari mulut kami. Mirna nampak menikmati persetubuhan kami malam itu, dia terus mendesah bahkan tanganya kirinya sempat memaikan clitorisnya seiring aku tusuk vagina-nya dengan posisisex doggy stye. Dia mendesah perlahan sembari terus memainkan clitoisnya dengan jarinya sendiri,

“ Uhhhhh Shittt… Oughhhh.. Aghhh… Aghhh… Aghhh…, ” desahnya nampak sudah horny sekali.

Terdengar vaginanya sangat becek sekali saat itu ketika sodok memeknya dengan penuh nafsus sex. Tidak terasa sudah 10 menit kami melakukan hubungan sex. Merasa sudah lelah dengan posisi sex itu Mirna-pun meminta berganti posisisex,

“Yank, kita ML-nya ganti di sofa yuk aku capek nih, ” pintanya.

“Okey sayang, ” jawabku singkat.

Aku-pun segera mencabut penisku lalu kami-pun duduk disofa,

“Yank aku diatas yah, ” pntanya lagi.

“Iya Sayang, ”

Mirna-pun segera berjongkok diatasku dengan kedua kakinya bertumpu pada Sofa. Setelah merasa poisisi sexs-nya sudah nyaman, dia-pun segera meraih penisku lalu,

“Blesssssssssssssss….., ” masuklah kembali penisku didalam vagina Mirna.

“Ughhhhhhhhhhhhhh… enak Yank, ” ucap Mirna nampak puas dengan posisi sex WOT (women on top).

“Iya sayang aku juga enak kog, ayo buruan entot aku Yank, ” ucapku.

Saat itu giliran aku yang dientot Mirna, hha. Mirna-pun segera beraksi, segera tangannya dirangkulkan pada tubuhku lalu dia mulai naik turun diatas penis-ku,

“Oughhhhh… Ssssssss… Agghhhh… Iya sayang terus seperti itu, Ughhhh.., ” desah nikmatku.

Cerita Dewasa - Tanpa menjawab dia terus bergoyang diatas penis-ku. Sungguh lincah sekali Mirna dengan Gaya WOT ini, pinggulnya terlihat meliak liuk seiring vagina-nya terisi oleh penis-ku. Dia bergoyang memutar, maju mundur, dan naik turun diatas tubuhku. Memek-nya sungguh nikmat sekali, walau-pun sudah becek namun tetap saja masih terasa sempit.

Dia terus mengocok penisku dengan vagina-nya, desahan demi desahan malmitu terus terdengar mengiringi hubungan sex kami. Tidak terasa sudah 15 menit kami bercinta. Ketika sedang asik-asiknya menikmati goyangan Vagina Mirna tiba-tiba saja,

“Aghhhhhhhhhhhhh…. Aku keluar lagi Yank, Aghhhhhhhhhhhhh…., ” ucapnya.

Mirna-pun sudah mendapatkan klimaks lagi. Walaupun dia orgasme tapi dia terus bergoyang memanjakan penis-ku dengan vagina sempitnya itu. Rasanya hangat sekali penis-ku terbasahi oleh lendir kawin Mirna,

“Ssssssss… iya sayang, Ughhhhhhhhhh…, ” jawabku singkat lalu mendesah pelan.

Cerita Dewasa- Setelah Mirna mendapatkan klimaks untuk kedua kalinya memeknya semakin basah saja, bahkan batang penis dan bulu kemaluanku terasa basah sekali oleh lendir kawin Mirna. Mirna terus saja bergoyang diatas penis-ku. Beceknya memek dan desahan Mirna membuat aku tidak kuat menahan birahi sexs-ku. Kira-kira 5 menit setelah Mirna orgasme tadi aku-pun merasa akan klimaks juga,

“Yank aku mau keluar nih, Oughhhh… telan pejuh(sperma) aku yah, !!!, ” ucapku.

Tanpa menjawab dia-pun lekas berdiri dari pangkuanku dan aku juga berdiri. Dengan cekatan dia segera berjongkok dibawahku lalu segera dimasukanlah penis-ku dalam mulutnya,

“Eummm… Slurpppp… Slurpppp… Slurpppp… Slurpppp… Slurpppp… , ” suara mulut Mirna yang mengkulum penisku dengan penuh nafsu.

Kira-kira 1 menit aku dikulumnya pada akhirnya aku-pun mendapatkan klimaksku,

“Oughhhhhhhhhhhhh… Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt… Crotttttttt…, ” desahku seiring tersebutnya spermaku didalam mulut Mirna.

Mirna yang nampak haus sex itu menyedot penisku kuat-kuat dan ditelanlah semua spemaku denganlahapnya.,
“Sssssssss… telan habis pejuh aku sayang… Aghhhh…, ” ucapku puas mendapatkan klimaksku.

Setelah semua spermaku ditelan habis, tiba-tiba saja listrik menyala. Seketika itu kami-pun terkejut, tanpa banyak bicara kami segera membenahkan pakaian kami kembali tanpa memperdulikan jika alat kelamin kami masih berlumur sperma dan lendir kawin kami. Seketika kami-pun sudah rapi kembali,

“Untung aja udah ngecrott uya sayang, hhaaa… Kalau belumngecrott bisa gawat tadi…hhaaa.., ” ucapku merasa lucu dengan keadaan kami tadi.

“Iya sayang, hha… yaudah yuk aku anterin pulang, udah malem nih, ” ucapnya.

“Iya Yank, taoi pamit bapaki ibu dulu yah, ” ucapku.

“Iya Yank, ” jawabnya singkat.

Kemudiana aku bergegas aku dan Mirna menuju ruang santai keluarga dan membangunkan bapak ibuku,

“Pak, Buk, Mirna mau pamitan nih, bangun…!!!, ” ucapkiu sembari membangunkan bapak ibuku.

Seketika bapak dan ibuku-pun terbangun, lalu Mirna-pun bersalaman dengan mencium tangan ayah dan Ibuku,

“OM, tante Mirna pulang dulu, terima kasih sudah diijinkan main kerumah ini, hhe…, ” ucap mirna.

“Oh iya Nak hati-hati yah, ” ucap bapak-ku.

“Iya nak, tante juga seneng kog kamu main keini, yaudah sana buruan pulang soalnya udah larut, hati-hati ya Nak, ” ucap ibuku.

Cerita Dewasa - Setelah berpamitan aku-pun segera mengantarkan pulang Mirna kerumahnya. Aku hanya mengantar sampai depan rumahnya saja karena sudah larut malam. Singkat cerita aku-pun sudah sampai dirumah lagi, karena aku merasa lemas sekali maka aku-pun segera menuju kamar dan tidur dengan pulasnya.

Demikian kisah sexs-ku dengan Mirna, jika ada kesempatan aku akan menceritakan cerita sexs-ku dengan Mirna di tempat yang berbeda dan tentunya dengan sensasi sex yang berbeda juga. Jika ada cerita saya kurang menarikmohon dimaklumi, karena aku bukan pakar cerita sex, hhe. Selesai.

Friday, May 19, 2017

Cerita Dewasa - Kisah Dinda Cewek Manis yang Nakal

Cerita Dewasa - Kisah Dinda Cewek Manis yang Nakal


Agent Judi Poker Online Indonesia
Hoyapoker99.com || Agent Judi Poker Online Indonesia
Hay ,ada apa dengan mu kali ini ??lontarku dengan nada sebel dan kesal kepada Dinda. “Iya nih,,,maaf ya ?ak malas latihan” . ucapnya Sudah sampe berapa kali kamu mengikuti ,kok nada nya gak enak di dengar. Jangan kira kamu gak pernah latihan jadi maennnya bagus ya.???ujaraku.

Dinda kemudian tertunduk lesu dan memandangi sinar gitar nya, seolah olah sepertinya Dinda melihat jemari nya yang kaku.

Aku agak jengkel, karena sebagai pentolan band, hal yang paling menyebalkan ketika personil band gak focus dalam bagaian nya.

Apalagi di tambah jarang sekali berlatih, aku kadang sering pusing ketika pesonil band ku gak kompak kayak gini. Dimana diriku yang mendapat bagian vocal, personil ku ini si Dinda yang sebagai pemegan gitar kedua membuat aku sedikit kesal.

Dinda merupakan personil cewek dari band ku ini, dia berusia 20 tahun. Kebetulan Dinda bebarengan satu kampus denganku, dan menurutku Dinda jugan berbakat untuk memainkan gitarnya.

Akan tapi di ajarang sekali latihan, terdengar dari nada yang di ciptakannya sangat tidak tepat dan melenceng , tidak focus akan lagu yang aku bawakan, sebagai pertanda Dinda jarang sekali memegan alat music nya.

Dengan cara bermusik ini , aku dan rekan se band ku bermain untuk menambah penghasilan kita masing-masing.

Uang yang di berikan orang tua kepadaku hanya cukup utuk membayar kossan saja. Dan uang kuliah kadang dapet dari beasiswa. Namun beasiswa tersebut tidak penuh, karena itulah aku bermain music untuk mencari uang.

Cerita Dewasa - Dan kadang-kadang aku membuka les music untuk sebagai tambahannya saja. Dari yang kulihat lewat situs pertemanan instagram, Dinda nampak senang sekali bermain dengan teman2nya entah itu hangout di kafe, jalan2 ke pantai, maupun berkunjung ke jogja dengan teman2nya. Itu tidak masalah sebenarnya, tetapi jika dia meninggalkan latihan gitarnya, itu masalah buatku.

Ada orang yang bilang kalo personilnya ngaco, berarti bandnya yang ga bener. Itu membuatku menjadi gemas ketika Dinda selalu membuat kesalahan ketika latihan bermain.

“Sampai disini dulu ya, hari ini sampai disini saja”

aku membereskan semua perlengkapan musik dan buku musik ku.

“tapi kak…” Dinda memotong ucapanku

“Tapi kenapa… pokoknya minggu depan kita latihan lagi yang tadi ya, jangan sampe ga bisa kayak sekarang”.

Aku segera bergegas keluar, memakai jaket , dan keluar untuk menyalakan mesin motorku. Sudah mau petang rupanya. Dinda kemudian menyusulku keluar.

“Kak… maafin aku ya…. Aku emang lagi banyak kegiatan akhir2 ini, jarang latihan….” Ucapnya.

“Oke deh… minggu depan perbaikin oke” aku memakai helmku.

“Aku cabut dulu ya” aku mengendarai motorku.

Dari spion aku bisa melihat Dinda masuk ke dalam mobilnya nya. Pertemuanku dengan Dinda bermula ketika aku mengisi acara yang diadakan oleh BEM kampusnya.

Dia menjadi panitia, Culun Band. Berawal dari ngobrol2 Dinda rupanya bermain gitar juga dan dia ingin belajar dariku.

Karena aku mengajar di salah satu sekolah musik yang mentereng di Jogja, kusuruh saja dia daftar, dan dia pada akhirnya mendaftar untuk menjadi personilku.

Sebenarnya Dinda menyenangkan, senang melucu dan mudah akrab. Tetapi kekurangannya ya itu, malas berlatih, entah hari2nya dihabiskan oleh apa selain kuliah.

Apakah itu main, pacaran, aku tidak terlalu tahu, karena obrolan antara aku dan Dinda hanya berkisar musik, lokal maupun musik global. Aku kembali ke kos ku, kunyalakan laptop hasil tabungan sendiri itu.

Sebenarnya aku bukan dari keluarga yang kurang mampu, hanya saja ayahku orangnya disiplin dan tidak memanjakan anaknya.

Waktu aku SMA di Semarang dulu, ketika mampu mencari uang sendiri, aku sudah mulai meringankan beban orang tuaku dengan tidak meminta uang jajan.

Cerita Dewasa - Ketika sebelum aku SMA, ayahku meninggal dan wasiat terakhirnya adalah agar aku terus meneruskan sekolah. Kujalani pesan ayahku, dan nyatanya, walaupun hanya dari mengajar dan bermain music di band, aku bisa menabung, membayar uang kuliah, dan menyicil motor.

Walaupun uang untuk kos masih dibantu oleh ibuku. Sedangkan Dinda, bisa dilihat hidupnya amat mudah. Orang tua yang kaya, dan memanjakan anaknya, terlihat dari Gitarnya yang terlihat baru dan kinclong, beda dengan peralatanku yang hasil nabung sendiri itu.

Naik mobil kemana, jalan2, pacarnya pun aku kenal, walau hanya sebatas tahu sama tahu saja. Anak orang kaya juga, kehidupan mereka berbeda jauh denganku.

Tampaknya apa2 saja yang mereka inginkan mudah didapat. Pada saat itu ketika sedang hujan, aku menunggu hujan reda dulu . Jam 5 harusnya aku sudah di tempat musik itu. Tapi karena aku memakai motor, maka aku hanya bisa menunggu.

Waktu terus berlalu. Hujan tidak reda. Maghrib sudah tiba, dan aku sudah menelpon ke stempat musik itu untuk membatalkan latihan hari ini.

Aku tidur2an di kasurku, malas untuk keluar kemana2 lagi. Tiba2 handphoneku berbunyi. Aku melihat layar handphoneku. Ternyata nomor Dinda.

“Halo kak….” Dinda yang mengawali pembicaraan

“Eh kamu, ada apa ? udah tau kan latihannya ga jadi ? “ jawabku

“Aku ada di depan kosan kakak” lanjutnya

“Eh…. Ngapain ? “ aku heran.

Dinda memutus telponnya dan segera aku bergegas keluar dari kamar kosanku. Dan kulihat Dindaa dengan basah kuyup terguyur air hujan, berdiri di depan gerbang kosanku.

Tanpa pikir panjang aku mengambil payung, lari dan membuka pintu gerbang.

“Lho kamu kenapa ? kok kehujanan ? mobil kamu mana ? “ tanyaku agak cerewet.

Namun Dinda hanya diam saja dan menggigil menahan dingin, sekilas kulihat matanya memerah dan ada bekas tangisan. Untung saja tidak ada orang yang lihat, jadi Dinda bisa masuk ke kamarku. Karena kamar mandinya ada di dalam kamar, kusuruh Dinda untuk mandi.

Tak lupa kuberikan kaosku yang ukurannya agak kecil dan celana pendek, juga handuk yang biasa kupakai. Aku agak khawatir sebenarnya.

Karena di kosan ini tidak boleh membawa tamu cewek ke dalam kamar. Aku tidak tahu apa yang bakal terjadi kalau orang2 kosan mengira aku dan Dinda melakukan hal2 yang tidak di inginkan .

Aku hanya diam menatap pintu kamar mandi. Suara air mengalir dari shower bisa kudengar dengan jelas. Tak berapa lama Dinda keluar, dengan memakai baju yang tadi kusiapkan.

Dia sedang berusaha mengeringkan rambutnya dengan menggosok2annya dengan handuk. Bisa kulihat matanya masih merah. “Kenapa sih kamu ?” aku memberanikan diri bertanya.

“Ceritanya panjang kak….” Katanya.

 Sembari duduk disampingku, di pinggir ranjang.

“Kalo ga mau cerita ga usah dipaksain deh” aku lalu berdiri dan memakai jaket.

“Saya beli makanan dulu ya, kamu diem disini dulu.”

“Jangan ikut keluar, soalnya di kos ku ini ga boleh ada tamu cewek masuk ke dalam kamar”

“Jangan berisik ya, nanti dikirain saya nngumpetin kamu ke dalem” kataku.

Mengingatkan aku tidak habis pikir. Apa yang ada di pikiran Dinda sehingga dia nekat datang ke kos ku. Aku berjalan dengan payung di tengah hujan, menuju tukang nasi goreng untuk memesan 2 porsi, dibawa pulang. Aku kembali ke kamar kosku.

Hujan telah reda dan Aku membuka kunci kamar, dan melihat dinda sedang menerima telpon dengan air mata yang menetes.

Aku segera menutup pintu kamar dan menyiapkan makanan. Dinda pun hanya diam saja, dan kemudian menutup telponnya.

“oiyaa… makan dulu…” aku menegurnya Dinda hanya diam.

Sejenak kami berdua terdiam beberapa saat.

“Kak… ada tisu ?”

Dinda akhirnya membuka mulut. Aku segera mengambilkan tisu dari laci meja belajar.

Dinda mengusap air matanya dan menarik nafas panjang.

“Sory ya kak aku bikin repot”

Dinda mengambil makanannya dan mulai makan.

“Ga papa kok, santai aja”.

“Ntar kalo bajunya dah kering saya anter kamu pulang ya” jawabku.

“Ga usah kak…. Aku mau disini aja” pernyataan Dinda membuatku kaget.

“Tapi, saya kan udah bilang, kos ku disini ga boleh nerima tamu cewek sebenernya “.

Aku sengaja mempertegas kata2ku.

“Aku gak akan ribut kak. Janji” jawabnya.

Aku hanya menghela nafas sambil ogah2an menyantap nasi gorengku. Apa sih maunya dia, begitu pikirku.

“Kalo mau minum ambil sendiri ya gelasnya di rak di deket pintu kamar mandi” ucapku setelah Dinda menyelesaikan makanannya.

Dinda menurut dan mengambil gelas, dan menuangkan air dari dalam kulkaas. Aku tidak menghabiskan makananku, dan menyalakan laptopku.

Jujur saja aku bingung bagaimana harus menghadapi Dinda. Aku jarang pacaran, ketika sekolah aku malah tidak sempat pacaran. Sibuk dengan mata pelajaran dan musik.

Apalagi sekarang, kuliah, musik, ngajar. Itulah yang menyebabkanku agak canggung hanya berdua di kamar dengan seorang cewek.

“Kalau mau baca2 majalah itu ada di rak di atas kasur”

Aku berkata seperti itu karena Dinda terlihat hanya duduk di tepi ranjang dan memandang lantai dengan tatapan kosong Tapi Dinda seakan tidak menggubris ucapanku. Dia masih melamun

“Dinda sebenrnya ada apa sih ?” Aku makin penasaran.

Dinda nampak kaget mendengar pertanyaanku.

“Hmmm…. Aku heran kak… apa sih yang dimauin sama cowok cowok” dia membuka dialog

“Kenapa gitu. . . . .  ?”

aku turun dari kursi dan duduk di karpet. Dinda pun turun dari pinggir ranjang dan duduk di hadapanku.

“Tadi aku rencananya aku gak ikut ke tempat muik kak….” jawab Dinda.

“Terus. . . .  ?”

“Aku jalan2 sama pacarku tadi. Pas jam 5, jam harusnya aku ke tempat musik, aku di dalem mobil pacarku, dia lagi nyetir, rencananya mau jalan cari makan terus nonton” Dinda melanjutkan ceritanya.

“Entah kenapa handphone dia ditaruh di dashboard. Aku pinjem, mau main game yang ada di hapenya. Dia ngebolehin, tapi entah kenapa aku tiba2 pingin buka inbox smsnya”

Halah….. Pasti cowoknya selingkuh, begitu pikirku dalam hati.

“Aku ngeliat sms2 mesra kak. Gak cuman satu tapi beberapa cewek” Buset. Pikirku.

Jagoan banget tuh cowok.

“Aku kurang apa sama dia coba ? bela2in bolos ke tempat musik, bela2in dia, selalu aku temenin, kok dia begitu sama aku ?” diapun mulai menangis lagi.

“Jijik liat sms2 itu, sayang2an segala macem orang pacaran aja”

Aku mengambilkan Dinda tisu lagi karena airmatanya mengalir deras.

“Terus gimana. . . .. . ?”

 Dan aku memintanya melanjutkan ceritanya.

“Aku marah kak. Tapi dia cuman diem aja dan gak ngomong apa2. Akhirnya di lampu merah aku keluar dari mobil”.ucapnya

“Kan ujan.. . . .. ?” jawabku sedikit tidak antusias.

Entah mengapa kasus ini sangat klasik pada orang2 yang pacaran. Tapi tampaknya Dinda sangat terpukul oleh kejadian tersebut.

“Biarin aja kak. Aku jalan, ngejauh dari mobil, aku bisa denger sih dia nglakson terus….. tapi setelah jauh dari mobilnya, aku bingung mau kemana. Tapi aku inget kalo tempat tadi deket sama kos nya kakak. Makanya aku kesini. ”

Memang dulu Dinda pernah kesini diantar oleh pacarnya, mengambil partitur lagu.

“Terus ? kok kamu malah kesini ? Ga pulang aja ?” tanyaku.

Sambil berusaha meyakinkan dia agar pulang.

“Males nanti ditanyain sama orang tua…. kemana si pacar, kok pulang sendiri. Ribet “ jawabnya.
“Lah kalo dicariin gimana . . . .?”

aku jadi bingung doonk..

“Aku udah bilang sama orang tua aku… mau tidur di rumah temen”.

“Tenang aja, mereka percaya kok…..”

Aduh, Entah kenapa kalo menurutku Dinda berlebihan dalam menghadapi masalah ini. Kenapa gak putusin aja cowok itu, cari taksi, pulang, tidur, besok lupa. Tapi dia malah repot2 pergi ke kos ku.

“Terus kamu mau ngapain disini ?” tanyaku dengan malas.

“Aku mau nenangin diri dulu kak…..”.

“Lahh….,Bukannya lebih enak di rumah ? “

Disitu kan bisa nangis jungkir walik di depan orang tua. Dijamin bakal ditenangin, abis nangis besoknya lega deh. Aku bingung melihat cengengnya menghadapi masalah ini.

“Oke lah terserah kamu aja” kataku.

“Tapi inget, jangan ribut, jangan keluar kamar, besok pagi saya anterin ke rumah”.

“Iya kak” jawabnya…

Jam2 berikutnya diisi dengan obrolan2 yang biasa kami lakukan, soal musik, teknik bermain gitar. Tak lupa aku menyetel musik keras2 dari laptop dan menyalakan tv agar suara kami tidak terdengar. Tanpa terasa sudah jam 11 malam. “

Aku ngantuk kak….” Kata Dinda

“Hmm…. kamu tidur di atas aja, saya biar tidur di karpet” jawabku.

“Enggak kak… aku kan tamu. Aku aja yang tidur di karpet”

Cerita Dewasa - Hmmm malah enak di aku . Aku pikir mengiyakannya dan aku menyibakkan selimut cadangan di karpet, untuk alas tidur agar agak empuk, dan memberinya selimut tipis serta bantal yang berlebih di ranjang. Kemudian aku mematikan lampu, dan juga naik ke ranjang, bersiap untuk tidur.

“Jangan dimimpiin kejadian yang tadi ya..” kataku mengingatkan.

“Iya kak….”

Dan aku hanya menatap langit2 atap sambil memikirkan caranya besok pagi keluar tanpa ketahuan yang jaga kos. Kebetulan aja tadi hujan besar sehingga penjaga kos tidak memperhatikan pintu gerbang.

Aku agak kesal dengan sikap Dinda, sudah malas latihan, dan tidak berpikir panjang. Sebenernya muncul rasa kasihan yang besar dalam diriku. Dia belum dewasa, belum bisa mengambil keputusan dengan matang, dan akibatnya seperti ini. Ada di kos ku , dan tidur di lantai.

Yasudah lah, barang kali Dinda butuh teman malam ini, begitu pikirku. Entah kenapa aku tidak bisa tidur malam ini, harus kuakui kehadiran Dinda malam ini merusak pikiranku. Bukannya membaik namun pikiranku menjadi kotor.

Aku pernah melakukan seks, sekali2nya waktu baru kuliah dulu. Pengalaman itulah yang membuatku sedikit membayang2kan bagaimana kalau aku bermain cinta dengan Dinda. Dinda memang cantik, kulitnya putih dan mukanya manis.

Dan fakta2 itulah yang membuat pikiranku menjadi kotor. Coba kalau dia laki2, pasti aku santai2 saja. Lama aku tidak bisa tidur, ku sengaja menghadap ke tembok agar tidak melihat Dinda.

Dan tiba-tiba breeeegh…

Aku merasa ranjangku dinaiki orang. Aku kaget, sedikit penasaran tapi aku berhasil mehanannya. Rupanya Dinda menaiki ranjangku.

“Kak… aku tidur sama kakak ya……” katanya dengan nada merajuk.

Bujuuk buseet..

Aku tidak bisa menolak karena dia sudah naik ke atas ranjang.

“yauda nih kalau mau pake selimut”.

Aku memberikan bagian selimutku pada Dinda. Dia tampak agak malu, dan segera mengambil bagian selimutnya, dan tidur membelakangiku.

Gilaa. . . . Apa2an ini.

Kenapa dia naik ?

apa karena kedinginan ?

atau keras ?

atau kenapa ?

Aku merasakan gerakan di sebelahku.

“Kak… maaf… aku sebenernya masih pengen ngobrol”

“boleh kan ?”

Agent Judi Poker Online Indonesia
Hoyapoker99.com || Agent Judi Poker Online Indonesia
Aku membalik badanku dan mendapati bahwa jarak mukaku dan muka Dinda tidak berjauhan. Matanya yang memerah menatapku penuh harap.

“Kamu ya… Dengerin. Kenapa sih mesti gini ?

kamu sekarang ada di kamar cowok, tidur bareng satu kasur. Ga pantes tau. Apa saya tidur di bawah aja ya

”Aku berusaha bangkit.

“Ini yang aku suka dari kakak…” tiba2 Dinda berkata seperti itu.

“Eh……..” Aku heran dan terdiam sejenak.

“Kakak orangnya tegas…”

“Gak kayak dia…. egois… udha gitu gak pernah bisa tegas dan gak punya pilihan”

“Dinda… tapi…. .. .”

Dan Kata2ku terhenti ketika tangannya menyentuh pipiku dengan lembut.

“Aku suka sama kakak” pengakuannya membuatku kaget. Apakah benar ?

apa Dinda Cuma terbawa perasaan akibat baru mengalami kekecewaan dalam berpacaran ?

Aku terdiam aaja. Dan di dalam hati aku mengakui bahwa sosok Dinda yang manis membuatku tertarik.

Tetapi selama ini aku selalu melupakan saaja perasaan itu karena yang pertama dia sudah punya pacar, dan kedua di amerupakan cewek yang kaya sedangkan aku hanya orang biasa saja.

“Kak. . .” tangannya terus mengelus pipiku.

Aku pun luluh. Tiba2 kami berdua saling memajukan wajah kami masing2. Kami menutup mata dan bibir kami pun bersentuhan dan kami berciuman dengan pelan dan lembut.

Cerita Dewasa - Dinda terus maju ke dalam pelukanku dan Aku meraih pinggangnya, dan menggenggam tangan satunya. Telapak kaki kami saling bersentuhan dan saling bertautan di dalam selimut itu. kami berciuman dengan hangat.. Walaupun umur kami tidak berbeda jauh, hanya empat tahun, namun rasanya ini seperti ketakutan yang aneh dalam satu band .

Kami berciuman sangat lama. Entah kenapa kami berdua tidak berciuman dengan nafsu dan tergesa2. Tangan kiriku yang menyentuh pinggang Dinda, tiba2 mulai nakal.

Tanganku masuk ke dalam kaos yang dia pakai. Menyentuh kulit halusnya. Dinda tidak berontak. Dia malah terus menciumiku. Dinda pun tidak protes ketika tanganku masuk kedalam celana pendeknya dan memegang pantatnya.

Dasyaat….!!

Rupanya dia tidak memakai celana dalam dan BH.

Aku melepaskan ciumanku, dan mulai menciumi telinga dan lehernya.

“Ahh… Kak… ‘

Agent Judi Poker Online Indonesia
Hoyapoker99.com || Agent Judi Poker Online Indonesia

Dinda tampak menikmati aksiku . Tanganku terus bermain mencoba membuka celana pendeknya. Dinda tidak berontak, kakinya malah bergerak dengan aktif dengan membantuku melepas celana pendek itu.

Pada akhirnya aku melempar celana itu ke lantai. Aku mulai menyentuh pahanya yang sangat mulus. Aku memeluknya erat, menempelkan perutnya di perutku.

“Kak….. “ Dinda memanggilku.

“Ada Apa… ?”

Aku menghentikan ciumanku di leher 

“Kalau mau itu,… pelan2 ya…. aku belum pernah…” jawabnya.

Dengan nada pelan dan pasrah dan tatapan penuh 

Apa  Masih perawan ? aku kaget.

Kupikir setidaknya dia pernah tidur dengan pacarnya. Pantas saja dia tidak bisa menyikapi kelakuan pacarnya dengan benar, pengalamannya sangatlah minim.

Aku terdiam Dan tidak bisa berfikir sehat lagi. Tidak dapat berpikir dengan jernih.

“Dinda… kalau kamu gak mau, jangan….

”Aku mundur “Gak apa2 kak, kalau sama kakak aku mau..” Dinda meraih tanganku.


“Kamu belum pernah…. jangan dipaksa kalau gak mau….” aku berusaha berpikir jernih.

Dinda terdiam, tetapi dia malah masuk ke pelukanku kembali.

“Aku mau….” jawabnya pelan.

“Aku Cuma minta kakak perlakukan aku dengan lembut”.

“Tapi”

aku masih bertahan

“Kak…. aku mau kasih ke kakak malem ini”.

“Itu karena aku suka sama kakak”.

“Dari pertama ketemu, tapi kakak tampaknya cuek sama aku…. tapi aku makin suka karena tau kakak orangnya tegas, dewasa“.

“Dinda, itu cuman perasaan pelarian aja…” jawabku.

Dinda hanya diam, Tetapi dia menjawab dengan semakin masuk ke dalam pelukanku. Dia memelukku dengan erat, dan tidak mau melepasku.

“Aku mau ngelakuinnya cuman sama kakak” Dinda tetap gigih.

Kami berpandangan sangat lama. Hingga akhirnya aku menciumnya kembali. Pertahanan akal sehatku runtuh. Tanganku terus melingkari pinggangnya yang ramping itu.

Dinda perlahan2 bergerak menindih tubuhku. Badannya naik ke atas badanku. Tangannya mencoba membuka kaos ku tapi tampaknya dia agak canggung melakukannya. Aku melepaskan tanganku dari pinggangnya dan membantunya membuka atasanku.

Setelah itu aku berusaha bangkit dan duduk. Dinda memegang bahuku dan mencoba maju menciumku. Aku menahannya dan memegang kedua tangannya. Aku menatap matanya lekat2.

Dinda menatapku malu2 dan Aku sedikit tegang. Malam ini kedua kalinya aku berhubungan seks. Dan ini yang pertama bagi Dinda. Jantungku berdetak hebat luar biasa. Aku menggenggam ujung t shirt yang dia pakai. Pelan2 kutarik keatas.

Dinda menurut dengan mengangkat tangannya. Dinda sudah telanjang bulat di atas pahaku . Kedua tangannya disilangkan, menutupi buah dadanya yang kecil.

Dia sedikit menunduk dan tampak sangat malu. Pasti ini pertama kalinya dia telanjang bulat di depan cowok. Aku memegang dagunya dan mengangkat wajahnya.

Tak berapa lama segera ku cium bibirnya lembut. Aku menggenggam kedua tangannya dan mulai menciumi lehernya, terus sampai ke payudara yang kecil dan Aku menciumi putingnya. Kurasakan badannya agak gemetar, entah karena geli atau agak takut.

“Uhh….. Kak… geli…..” Dinda mendesah kecil.

Aku berbisik kepadanya

“Jangan terlalu berisik ya…

Agent Judi Poker Online Indonesia
Hoyapoker99.com || Agent Judi Poker Online Indonesia

nanti bisa gawat kalau ketahuan penjaga kos…” Dinda mengangguk pelan.

Aku melanjutkan menciumi payudaranya. Sempat kulihat Dinda menggigit bibirnya. Menahan agar dia tidak ribut.

“Ngggh…. mmmhhh…” Dinda terus mendesah.

Aduh, bagaimana nanti ketika kami sampai ke inti permainan ?. Aku menyuruh Dinda untuk turun dari atas pahaku. Aku segera melepaskan celanaku.

Dinda nampak agak kaget ketika melihat tititku . Ini pertama kalinya juga dia melihat titit cowok langsung. Dinda duduk di sampingku.

“Dinda, kalau kamu emang gak siap, mendingan gak usah….”

Aku menatap wajahnya yang tampak malu bersemu merah,

“ Ga apa2 kak…. udah sampe sini….”

dia tersenyum kecil walau aku bisa merasakan bahwa dia merasa gugup dan deg2an. Aku memegang lembut tangannya dan mencium keningnya.

Lalu aku menariknya pelan agar kembali duduk di pangkuanku. Dinda duduk membelakangiku. Punggungnya sungguh mulus dan bersih. Aku mulai menciumi bahunya, terus sampai keleher.

Kupeluk erat pinggangnya dan bisa kurasakan tangan Dinda memeluk erat leherku. Lama kuciumi bagian belakang leher dan punggungnya. Tak tahan lagi, pelan2 kubimbing Dinda untuk berbaring di kasur. Aku memegang lututnya dan kulebarkan pahanya.

Aku menindih badannya. Tangan Dinda menahan bahuku. Aku sejenak mematung memandangi Dinda.

Pantaskah ku renggt keperawanan perempuan manis ini ?

Haruskah dia melakukannya denganku ?

Dinda balik menatapku dan berkata

“Kak….. pelan2 ya… aku tau pasti sakit pada awalnya”.

“Kalau kamu gak mau, bisa kita hentiin sekarang kok….. “ aku menjawabnya.

Dinda menggeleng pelan.

“Aku siap kak………..”

Agent Judi Poker Online Indonesia
Hoyapoker99.com || Agent Judi Poker Online Indonesia

Kemudian dengan kepala penisku yang menyentuh bibir vaginanya yang telah basah.

Pelan2 kugesekkan secara lembut kepala penisku di bibir vaginanya. Dinda mengejang2 geli. Aku memperbaiki posisi dengan menggenggam tangannya.

Kurasakan pelan, penisku memasuki bibir vaginanya. Sempit sekali. Aku berkonsentrasi penuh memasuki vaginanya.

“Uhhh….Nggggh…….Ahhh….. “ Dinda menahan sakit.

Bisa kulihat dia menggigit bibirnya dan matanya sedikit berkaca2.

“Uhhhh…..Ahhhh…”

Kemudian dia menarik napas lega ketika penisku masuk penuh kedalam vaginanya. Aku mulai menggerakkan penisku maju mundur dengan pelan. Dinda tampak menutup matanya, dan meringis seperti menahan sakit.

Aku menarik penisku, Kulihat penisku berlumur darah perawan Dinda.

“Sakit.. .. .?”  Kalau kamu ga tahan sakitnya ga usah dilanjutin…

”Aku takut Dinda..“

“Gapapa kak…..”

Dinda tersenyum dengan mata agak berkaca2.

Cerita Dewasa - Aku menarik nafas panjang, kuputuskan untuk tidak merubah2 posisi bercinta kami, terlalu dini untuk kami berdua. Ditambah lagi pengalaman kami berdua sangat minim. Aku kembali memasukkan penisku ke lubang vaginanya. Sudah lebih gampang, walau masih seret dan sempit. Kurasakan dinding vaginanya yang hangat menjepitt penisku erat.

“Mmmhhhh….kak.. “

Dinda mendesah pelan, dia sudah tidak meringis atau menggigit bibir lagi seperti sekarang. Aku terus memaju mundurkan penisku dengan pelan namun temponya stabil. 

“Uhhh…..Ahhhh,,,Uhhh,,,Ahhhh…”

Dinda tiba2 mencengkram erat bahuku. Seakan ingin mencabik- cabiknya.

“Mmmmhhh. . … . ”

Kaki Dinda mencengkram erat pinggangku. Aku tahu dia akan orgasme. Terlalu cepat mungkin. Tetapi wajar. Karena ini pengalaman pertama bagi Dinda.

Dia belum tahu bagaimana mengatur tempo, merubah posisi, ditambah lagi malam ini semuanya aku yang mengendalikan. Dinda terus bersuara kecil mengikuti tempo goyanganku.

“Ngggoookk…… mmmmhh….nguuuuk”

Tiba2 aku menghentikan gerakanku. Aku tak ingin aku bablas keluar di dalam. Kaki Dinda kuat mencengkram pinggangku. Malam ini adalah pengalaman pertamanya.

Wajar jika dia tampak tegang atau gugup. Aku tak mau jika ketegangannya mengakibatkan kecelakaan yang tidak diinginkan.

“AAh…. kenapa kak ?” tanyanya polos dengan nafas tidak teratur

“Enggak… tadi kamu ngejepit pingganggku terlalu keras… aku takut kalau nanti aku keluar di dalem…” jawabku.

 “Oh…. “Dinda “ “kamu santai ya sayang….”

aku mengelus rambutnya lembut dan dia hanya mengangguk pelan. Pelan2 aku mengisyaratkan agar Dinda tidur tengkurap.

Dari belakang aku memposisikan kepala penisku tepat di lubang vaginanya. Pelan2 aku masukkan kembali.

“hmmhhh… aaahhhh…Ngooook…”

Dinda kembali mendesah ketika kumasukkan penisku. Aku memeluk pinggangnya dan membimbingnya naik. Kami bercinta dalam posisi doggy style.

Tangan Dinda bertumpu pada kasur. Aku menggerakkan penisku maju mundur sembari memegang erat pinggangnya.

“Uuuuuh…. Ahhh….. uhh…yes…“

Dinda tidak bisa menahan lagi suaranya. Entah karena kesakitan atau keenakan. Tapi kalaupun kesakitan, dia tidak berontak. Dinda terus mengerang. Entah berapa lama kami melakukannya.

“Kak…. aku… ahhh” Aku tau Dinda akan segera orgasme.

Tapi aku tidak mencebut penisku. Aku malah makin bernafsu menggerakkannya.

Tumpuan tangannya semakin lemas. Aku secara refleks malah menarik tangannya kebelakang agar posisi tubuhnya tetap stabil. Aku merasakan tubuhnya menegang dan vaginanya menjepit erat penisku.

“Aaaaah….. aaaahh….. nggghh….”

Dinda mengerang tanpa mempedulikan keadaan kamar kosku yang mungkin saja suara malam itu bisa bocor ke kamar sebelah.

“Ngggghh… aaaaaaaaaah….ngooookkk….”.

Tak berapa lama aku langsung mencabut penisku dan spermaku lalu muncrat berantakan di luar vaginanya. Dinda langsung dengan lemas menjatuhkan diri ke kasur. Aku pun merebahkan diri di sebelahnya.

Kami berpandangan dengan cukup lama dan berpelukan sampai kami tertidur. Kini, kami bukan sekedar anggota band saja.

Tapi lebih dari sekedar itu. Kami sering menghabiskan waktu bersama di luar latihan, karena kami sekarang menjadi sepasang kekasih.

Kejadian malam itu, tidak pernah terulang lagi sampai sekarang. Dan kami tidak pernah mengungkitnya lagi. Biarkan malam itu ada untuk dikenang saja dalam hati kami masing2. END.